Pelarungan Sebagai Bentuk Rasa Syukur Atas Nikmat dari Sang Pencipta

TARAKAN - Walikota Tarakan, Sofian Raga memimpin pelepasan Padaw Tuju Dulung (perahu tujuh haluan) ke laut dalam rangka puncak festival Iraw Tengkayu ke-VIII di Pantai Amal, Minggu (27/12)

Didampingi Wakil Walikota Tarakan, Arief Hidayat, Unsur FKPD, Kepala SKPD, serta Tokoh-tokoh adat Tidung dan masyarakat bersama-sama mengantar perahu itu hingga bibir pantai untuk selanjutnya dilarungkan bersama sesaji yang ada di dalamnya.

Dalam kesempatannya, Sofian Mengatakan Padaw Tuju Dulung punya sejarah dan arti sendiri bagi masyarakat Tidung Tarakan, kegiatan itu biasa dilakukan masyarakat Tidung secara turun temurun sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan YME atas hasil bumi yang mereka dapatkan.

"Pelarungan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dari sang pencipta," ujar Sofian.

Walikota juga mengatakan, dirinya berharap festival adat Iraw Tengkayu bisa menjadi sarana untuk mempromosikan Kota Tarakan, Karena dalam visi Kota tarakan dimana menyebutkan mewujudkan Kota Pariwisata.

"Mari kita maknai hari ini sebagai bagian budaya para pendahulu kita, saya ingin jadi kan pesta rakyat ini sebagai promosi, Karena dalam visi Kota tarakan juga dimana absolute menyebutkan Kota Pariwisata" Ungkapnya.

Adapun pada hari sabtu kemarin (26/12), perahu Padaw Tuju Dulung ini diarak kelilling kota Tarakan yang dimana perahu bercorak tiga warna: kuning, hijau, dan merah ini memiliki makna masing-masing, salah satunya kuning yang melambangkan kehormatan atau sesuatu yang diagungkan. Karenanya, warna ditempatkan paling atas dari Padaw Tuju Dulung. Di perahu ini ada satu tiang tertinggi yang mengartikan bahwa penguasa tertinggi alam semesta adalah Allah SWT. (HMS/DR/ALL)
Sumber : http://infotarakan.id/

Wahana Tata Nugraha (WTN) Kategori Lalu Lintas Kado Ultah Tarakan ke-18

JAKARTA - Di ulang tahunnya yang ke 18, pada akhir tahun ini Tarakan kembali mendapatkan kado dari Pemerintah Pusat melalui penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) kategori lalu lintas untuk kota sedang. Penghargaan ini diserahkan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kepada Wakil Walikota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat, di Istana Negara, Jakarta. (23/12).

Wawali dalam keterangannya mengungkapkan bahwa keberhasilan ini hendaknya dijadikan motivasi bagi jajaran Pemerintah Kota dan masyarakat, dengan diterimanya penghargaan ini berarti kita dianggap berhasil dalam penataan lalu lintas, namun demikian kita terus melakukan pembangunan-pembangunan seperti pelebaran jalan, penataan perparkiran, dan lain-lain sesuai dengan yang telah diprogramkan. Lebih lanjut, terkait dengan kepatuhan masyarakat, Ia juga menambahkan bahwa saat ini masyarakat Kota Tarakan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kepatuhan lalu lintas. Harapannya, ke depan masyarakat agar terus menjaga dan meningkatkan kepatuhan terhadap lalu lintas di Kota Tarakan, tambahnya.

Untuk diketahui bersama, Wahana Tata Nugraha Kategori Lalu Lintas ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan dari Pemerintah kepada daerah yang dianggap berhasil dalam penataan di bidang lalu lintas. Kota Tarakan sendiri telah menerima plakat penghargaan WTN sejak tahun 2006 sampai dengan 2007, kemudian pada tahun 2008 sampai dengan 2010 Kota Tarakan meraih WTN kategori angkutan jalan, dan sejak 2011 sampai dengan 2015 Tarakan selalu memperoleh WTN kategori lalu lintas. Dengan diterimanya Piala WTN tahun ini berarti Tarakan berhasil meraih penghargaan tersebut selama 10 tahun berturut-turut. Selain itu, Tarakan juga menjadi satu-satunya pemerintah daerah yang menerima penghargaan ini di wilayah Kalimantan Utara. (HMS/YPR)
Sumber : http://infotarakan.id/

Walikota Instruksikan Jajarannya Untuk Meningkatkan Penanggulangan DBD

TARAKAN - Kasus Demam Berdarah Dengue atau yang lazim disebut dengan DBD harus mendapatkan perhatian serius, demikian disampaikan Walikota Sofian Raga pada saat mengikuti rapat koordinasi Tim pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah di Ruang Imbaya Kantor Walikota Tarakan, Kamis (17/12).

Didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Walikota dalam amanatnya juga meminta Tim pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah perlu bekerja keras dan ditingkatkan penanggulangannya.

"Ini peringatan kita semua, dan perlu mendapat perhatian lebih dan serius, karena kasus ini tidak hanya menyebabkan seseorang sakit, namun juga kematian. Untuk itu saya meminta Tim im pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah bersama masyarakat perlu bekerja keras dan ditingkatkan penanggulangan penyakit DBD ini," ungkap Sofian.

Sofian raga juga mengatakan untuk bersama sama peduli lingkungan yang bersih, nyaman, dan sehat. jika ini semua terwujud maka penyebaran penyekat DBD akan berkurang.

"Jika dikerucutkan, permasalahan ini ada hubungannya dengan visi kota yang menyebutkan Kota lingkungan, dimana lingkungan dimaksud adalah lingkungan yang bersih dan nyaman, jika kita semua bersama masyarakat bisa peduli lingkungan yang bersih dan sehat, tentunya DBD akan berkurang secara sendirinya," Ujarnya. (HMS/DR)
sumber : http://infotarakan.id/

HUT Kota Tarakan Ke -18 Khidmat dan Meriah di Stadion Datu Adil

TARAKAN – Di tengah-tengah guyuran hujan deras yang menyelimuti Kota Tarakan kemarin. Peringatan Hari Ulang Tahun Kota Tarakan ke-18 yang dilangsungkan di Stadion Datu Adil berlangsung khidmat dan meriah.

Pada Upacara yang dihadiri oleh tamu undangan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, perwakilan Kabupaten-kabupaten dalam Provinsi Kaltara, Unsur Forkopimda, Aparatur, dan segenap komponen masyarakat di Stadion Datu Adil tersebut, Walikota Tarakan Sofian Raga menyampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi ke-18 Kota Tarakan kepada segenap komponen masyarakat Kota Tarakan.

Mengambil tema mewujudkan Tarakan sebagai kota perdagangan, jasa, industri, perikanan, dan pariwisata didukung oleh sumber daya manusia dan infrastruktur yang handal serta berwawasan lingkungan. Dalam amanatnya, Sofian Raga menyampaikan beberapa hal terkait dengan pembangunan di Kota Tarakan, “Pada saat ini Pemerintah Kota sedang melaksanakan Program Pengembangan dan Pembangunan Sarana, Prasarana, dan Sistem Transportasi Umum, termasuk di dalamnya yaitu peningkatan infrastruktur jalan yang ada di dalam wilayah kota, antara lain peningkatan jalan Aki Balak dan jalan Sungai Sesayap (Gunung Amal), serta Jalan Jenderal Sudirman yang saat ini tahapannya sedang berjalan. Di samping itu, kita juga memprioritaskan peningkatan kualitas jalan di seluruh wilayah Kota Tarakan, termasuk jalan dan jembatan di wilayah pesisir”.

Selanjutnya, orang nomor satu di Kota Tarakan tersebut menyampaikan berita gembira kepada seluruh masyarakat terkait dengan kehandalan energi di Kota Tarakan, “Alhamdulillah, kemarin, tanggal 14 Desember telah dilakukan penyaluran gas dari MKI ke mesin-mesin PLN, dengan total volume yang disalurkan sebesar 5 MMBTU atau setara dengan 20 Megawatt dari sumur MKI”.

“kita juga akan menyerahterimakan pengelolaan gas rumah tangga yang ada di Kelurahan Sebengkok dan Karang Balik dari Perusda kepada PT. PGN. Selanjutnya, pada awal tahun 2016 kita akan mulai lagi pembangunan jaringan untuk 21.000 satuan sambungan gas rumah tangga di 8 Kelurahan yang meliputi Kelurahan Selumit, Selumit Pantai, Karang Anyar, Karang Anyar Pantai, Kampung I Skip, Pamusian, Gunung Lingkas, dan Karang Rejo.” Tambahnya.  Ia juga kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan Pemilukada sehingga dapat berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan kondusif.

Upacara peringatan hari jadi Kota Tarakan ke-18 tersebut juga diiringi dengan peresmian 5 bangunan sekolah permanen berlantai 3 oleh Walikota, yang dilanjutkan dengan penyerahterimaan secara resmi jaringan gas di Kelurahan Sebengkok dan Karang Balik dari Perusda kepada PT. PGN. Acara tambahan tersebut kemudian ditutup dengan penganugerahan Satyalencana bagi PNS, dan piagam penghargaan kepada tokoh seni budaya di Kota Tarakan. Pemerintah juga memberikan piagam penghargaan kepada Dishutamben dan badan-badan usaha yang telah berpartisipasi dalam kehandalan energi Kota Tarakan. (HMS/YPR)
Sumber : http://infotarakan.id/

Gempa Bumi Yang Terjadi Di Kota Tarakan Merupakan Patahan Mendatar (Strike-Slip Fault)

Tarakan, Gempa berkekuatan 6.1 SR yang mengguncang Kota Tarakan dan sekitarnya pada hari Senin (21/12) dini hari merupakan aktivitas gempa bumi kerak dangkal (Shallow Crustal Earthquake), jenis intraplate dengan hipocenter dangkal dan terjadi karena sesar yang aktif, sehingga sangat relevan jika hasil analisis mekanisme sumber gempa bumi ini merupakan patahan mendatar (strike-slip fault).

Siang harinya dilakukan rapat koordinasi di ruang kerja Walikota Tarakan yang dihadiri oleh pihak BMKG, BPBD, unsur Forkompimda Kota Tarakan. Data dan informasi yang didapatkan dari pertemuan ini, seperti diungkapkan Komandan Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf. Singgih Prambudi Arinto, terdapat 16 tempat tinggal yang rusak. Dan sejumlah anggota Kodim 0907 beserta personel TNI dari kesatuan lainnya, telah dikerahkan untuk membantu masyarakat (korban gempa) dalam dalam hal evakuasi serta membersihkan puing - puing rumah yang rusak akibat gempa tersebut.

Kepala BMKG Kota Tarakan, Nanang Buchori, jelaskan pihaknya akan terus menindak lanjuti keinginan masyarakat dengan memberikan informasi sekecil apapun terkait perkembangan bencana ini. Saat ini pemerintah kota (Pemkot) Tarakan sedang mengusulkan alat pendeteksi tsunami (tsunami early warning system), dimana alat ini akan mendeteksi dan mengeluarkan bunyi sirine bila mana didapati tanda – tanda akan terjadi bencana tsunami.

Sementara itu Walikota Tarakan, Sofian Raga, paparkan bagi masyarakat yang rumahnya (tempat tinggal) mengalami kerusakan, baik kerusakan ringan, sedang, ataupun rusak berat, akan didata untuk mendapatkan tempat tinggal sementara.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Camat dan Lurah untuk mengambil tindakan dilapangan sehingga pasca gempa ini, mereka ada tempat sementara,” kata Sofian Raga.

Walikota Tarakan himbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, dan tidak mudah terpengaruhi oleh berbagai macam informasi yang disebarkan oleh pihak – pihak tidak bertanggung jawab. Dan tetap menjalankan aktifitas sehari – hari dengan tetap meningkatkan kewaspadaannya.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Gempa Berkekuatan 6.1 SR Membuat Warga Tarakan Berhamburan

Tarakan,- Masyarakat Kota Tarakan khususnya warga yang tinggal di daerah pesisir berhamburan keluar dari tempat tinggalnya untuk menyelamatkan diri mencari tempat yang dirasa aman, setelah diguncang gempa berkekuatan 6.1 Skala Richter pada hari Senin (21/12) dini hari tadi.

Guncangan hebat dari gempa ini terjadi pada Lintang 3.61 Bujur 117.67 dikedalaman 10 Km, atau tepatnya pada titik 29 Km TimurLaut dari Kota Tarakan.

Dari pantauan awak Tarakan News dilapangan, sejak terjadinya gempa pada pukul 01.47 Wite sampai dengan pukul 04.00 Wite, terdapat beberapa titik konsentrasi tempat berkumpulnya warga untuk menghindari terjadinya gempa susulan. Titik konsentrasi warga tersebut yakni di halaman masjid agung Al Ma`arif Selumit, Lingkas Ujung (Pelabuhan Malundung), daerah Beringin, dan depan Kantor Pos/ Pajak (Kampung Baru).

Salah satu warga Lingkas Ujung, Rahman (40 tahun), mengatakan dirinya sangat terkejut dengan kejadian gempa dini hari tadi, karena hampir semua perabotan rumah tangga mengalami kerusakan cukup parah. Mulai pesawat televisi yang jatuh dari rak sampai terhamburnya piring – gelas dan perkakas memasak yang terletak di dapur.

“Kami sangat kaget sekali dengan guncangan gempa semalam, ditambah dengan suara ribut piring berjatuhan di dapur. Pesawat televisipun sampai terjatuh dari tempatnya (red, rak TV),” papar Rahman.

Yang sangat membuat dirinya khawatir adalah isu dari warga disekitar rumahnya yang mengatakan akan terjadinya tsunami, karena menurut sebagian warga yang panik di daerah belakang BRI (red, Selumit Pantai) air laut terlihat surut, dan dikhawatirkan akan diikuti oleh tsunami. Namun dirinya bersyukur, tsunami tidak terjadi di Tarakan.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id

Penghargaan Buat SKPD, BUMN, dan Perusahaan Untuk Pembangunan Kota Tarakan

Stadion Datu Adil Tarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memberikan penghargaan kepada beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), BUMN (Badan Usaha Milik Negara), serta Perusahaan yang turut berpartisipasi dalam pembangun kota Tarakan.

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Walikota Tarakan, Sofian Raga, seusai Upacara HUT Kota Tarakan ke - 18, Selasa (15/12) lalu. Yang mendapat penghargaan tersebut antara lain, PT. Idec Abadi Wood Industries, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, PT Pertamina EP Asset 5 Bunyu Field, SKK Migas, MKI, dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

Dalam kesempatan yang sama, Sofian Raga, meresmikan 5 gedung sekolah di Kota Tarakan, yakni SDN 019, SDN 021, SDN 036, SMPN 8, dan SMKN 1, yang ditandai dengan penandatangan lima prasasti sekolah.

Disampaikan Sofian Raga, sejak diresmikannya pada tanggal 15 Desember 1997 dari Kota Administratif (dibawah Pemkab Bulungan) menjadi Kota Tarakan, telah memberikan arti tersendiri bagi kota yang bersejarah ini. Dengan pembangunan disegala bidang, lanjutnya, baik infrastruktur, sarana dan prasarana yang terus mengalami perubahan dan perkembangan ke arah yang lebih baik.

Sofian Raga ungkapkan lebih jauh, di moment perayaan hari jadi Kota Tarakan ini pemerintah sangat mengapresiasi kepada semua pihak, baik dari kalangan masyarakat, maupun dari pihak swasta yang turut andil dan mengisi perkembangan pembagunan di Bumi Paguntaka.

“Kemajuan yang kita capai tentu saja merupakan team work sebagai buah kerjasama dari semua unsur pemerintah dan masyarakat,” imbuhnya.

“Kedepan, mudah - mudahan kerjasama dan persatuan yang telah kita bina ini dapat terus kita jaga dan kita tingkatkan. Insya Allah segala sumbangsih yang telah diberikan akan terus memberi manfaat dan selebihnya akan menjadi nilai ibadah,” pungkas Sofian Raga.

OZ – DD – SOT, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Empat Kapal Asing Diledakan Brimob Tarakan

Dermaga Polairud Juwata Laut Tarakan,- Empat kapal ilegal asing berbendera Malaysia, hari Selasa (15/12) siang, diledakan oleh Datasemen C Pelopor Satbrimob Tarakan karena melakukan pelangaran illegal fishing di wilayah perarairan NKRI.

Ke-Empat kapal nelayan asal Malaysia yang diledakan ini, merupakan hasil penangkapan oleh Polair Polda Kaltim pada bulan Mei dan Juni 2015 lalu. Eksekusi dilakukan setelah mendapatkan Surat Pemusnahan dari Kejaksaan Negeri Kota Tarakan dengan dasar telah terbukti melakukan Pelangaran Undang - Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

Dijelaskan Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Safaruddin, dalam memberantas kapal - kapal nelayan asing yang melakukan pelanggaran batas Negara Republik Indonesia, pihaknya sedikit mengalami kesulitan. Dikarenakan kapal patroli yang dimiliki Polair masih kalah cepat dari kapal asing yang melakukan pelanggaran.

“Total ada enam kapal (yang ditangkap Polair), ditambah dengan yang empat (kapal yang baru diledakan) ini, yang sudah dimusnahkan selama Tahun 2015,” papar Safaruddin.

Safaruddin janjikan, akan memberikan tambahan kapal baru untuk Polairud Tarakan dengan spesifikasi yang lebih baik dari yang dimiliki saat ini, sehingga dapat membatu dalam operasi pemberantasan Ilegal fishing di wilayah perairan NKRI.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Perjalanan Kota Tarakan dalam Implementasi e-Gov “Mati Suri”

Semangat pencapaian Kota Tarakan untuk menjadi good government dengan penerapan e-Gov yang sebelumnya dapat dibanggakan dalam rentang tahun 2002 sampai tahun 2011, ternyata terhenti begitu saja. Sampai dengan tahun 2011 Kota Tarakan telah melakukan Transformasi traditional government menjadi electronic government (eGovernment). Beberapa lini pemerintahan telah melakukan Transformasi seperti bkd.tarakankota.go.id yang berisi informasi tentang kepegawaian Kota Tarakan, informasi tentang Legislatif Kota Tarakan disajikan dalam bentuk situs dprd.tarakankota.go.id sehingga dapat dijadikan sarana interaktif dan transparansi informasi dengan masyarakat luas khususnya warga Kota Tarakan.

Demikian pula Informasi Perencanaan Pembangunan Kota Tarakan yang dalam hal ini bappeda.tarakankota.go.id dapat diakses dari seluruh dunia, sehingga dimanapun berada diharapkan informasi tentang Kota Tarakan secara global akan tetap bisa didapatkan.

Melengkapi penyajian Informasi tersebut, Pemerintah Kota Tarakan juga memberikan fasilitas yang tidak kalah pentingnya, yaitu Internet Parking yang lebih dikenal di Kota Tarakan sebagai Netp@rk.

Namun apa yang terjadi setelah itu ??

Amanat Inpres No 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government bahwa setiap Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing guna terlaksananya pengembangan e-Government secara nasional mulai dilupakan begitu saja.

Infrastruktur intranet antar SKPD yang notabene sebagai fasilitator utara G2G, G2C dan bahkan G2B yang sebelumnya menjangkau hampir semua SKPD ± 52 termasuk sekolah dan Universitas, seiring berjalannya waktu berkurang dan hilang secara bertahap.

semangat yang sebelumnya telah terbangun dengan hebatnya bahkan pencapaian sebagai juara E-Government Award 2003 yang diberikan kepada KOTA TARAKAN sebagai "BEST OF THE BEST" Lembaga Pemerintah Pengaplikasi E-Government, entah kenapa redup dan mati suri.

Berbagai upaya untuk kembali membangunkan semangat e-Gov hanya bisa membuat menggeliat dan kembali tidur, usulan tentang penggunakan teknologi Fiber-Optic selalu saja mendapat penolakan dan dianggap sebagai pemborosan dan tidak perlu.

Apa yang salah dengan negeri ini ???

HUT Kota Tarakan - Empat Jenis Permainan Tradisional Sukses Digelar Disbudparpora

Lapangan Panglima Batur Tarakan,- Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Tarakan Ke-18, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Tarakan menggelar kegiatan Festival Budaya Permainan Tradisioanal (FBPT), Minggu (13/12) lalu.

Kepala Disbudparpora Kota Tarakan, Hamid Amrin, katakan festifal ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kota Tarakan ke-18, dimana ada 4 jenis kegiatan yang diperlombakan, yaitu Lomba Panjat Pinang sebanyak 20 Pinang, Lomba Gasing Kayu, Lomba Sumpit dan Lomba Fotografi. Peserta yang mengikuti festifal ini berasal dari berbagai daerah di Kalimantan dan ada pula peserta dari Pulau Jawa, serta dari masyarakat Tarakan.

Selain dalam rangkaian peringati Hut kota, kegiatan ini menurut Hamid Amrin, merupakan sebagai ajang silaturahim, guna memupuk rasa persatuan dan kesatuan, serta sebagai atraksi budaya untuk menarik wisatawan datang (baca, berkunjung) ke Tarakan.

“Ini akan kita agendakan terus, dan akan kita dijadikan sebagai agenda tahunan. Kita berharap, dengan adanya kegiatan ini banyak masyarakat luar daerah Kota Tarakan berkunjung,” kata Hamid Amrin.

Hamid Amrin sangat mengharapkan agar para komunitas di Tarakan untuk lebih berperan aktif. Dan pemerintah akan mensuport komunitas serta memfasilitasi segala bentuk kegiatan - kegiatan yang positif. Salah satu contohnya, rencana digelarnya Jambore 1000 Pegemar Vespa se-Indonesia di Tarakan.

“Karena jika komunitas yang melakukan, lebih kreatif,” imbuhnya.

“Dengan adanya event - event seperti ini, dapat membantu para pelaku kegiatan ekonomi masyarakat (UKM), yang dengan adanya kegiatan ini (pelaku UKM) memperoleh kentungan dan pendapatan,” pungkas Hamid Amrin.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Download Lagu dan Lirik GEMU FA MI RE berasal dari daerah Kupang Nusa Tenggara Timur

Hari Jumat dalam perjalanan ke tempat kerja, tiba-tiba singgah beberapa menit ditelingaku, dan seakan memaksa tubuhku untuk bergoyang.  Saat itu juga  saya penasaran dan segera mencari tahu asal-usul musik  tersebut,  aku bertanya ke om google lewat telepon selular yang saya punya. Akhirnya saya pun menemukan darimana musik tersebut berasal.
Ternyata musik yang asik didengar itu dan diiringi tarian ala Maumere, Sikka, berasal dari Kupang Nusa Tenggara Timur yang berjudul  GEMU FA MI RE.
small rss seocips Music MP3
Ayo bro dengerin Lagunya !!!

Berikut Lirik lagu tersebut :

Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha
Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha
La le le luk sila sol
Mi fa mi fa sol
Le’le tiding fa fa
Rebing mude mi
Do do do do mi do mi do gemu fa mi re
ele le… ele le…
la le le luk sila sol
mi fa mi fa sol
le’le tiding fa fa
Rebing mude mi
Do do do do mi do mi do gemu fa mi re (Mmm… Manis)
Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha
Maumere da gale kota Ende
Pepin gisong gasong
Le’le luk ele rebin ha
Putar ke kiri e…
Nona manis putarlah ke kiri
ke kiri ke kiri ke kiri dan ke kiri ke kiri ke kiri ke kiri manis e..
Sekarang kanan e..
Nona manis putarlah ke kanan
ke kanan ke kanan ke kanan dan ke kanan ke kanan ke kanan ke kanan manis e…
...o0o.....


Hati2 Kalau Naik Pesawat Udara

Pak Humar naik pesawat SQ terbaru ke Singapore. Seluruh toilet pria sdg terisi.

Pak Humar pusing, mukanya sdh pucat krn menahan kebelet mau BAB.

Untung pramugarinya baik, katanya : "Ga apa-apa deh, pakai saja toilet wanita, tapi jangan menekan tombol-tombol dalam ya? Kalau sudah selesai, langsung di siram saja."

Pak Humar berpikir : "Emang ternyata toilet wanita berbeda, banyak tombol-tombolnya, seperti : WW, WA, PP & ATR."

Ia pun tambah penasaran, apa ya gunanya tombol-tombol itu ? Selesai BAB ia gak tahan untuk mencoba.

Dia tekan tombol WW, langsung sroott... keluar air hangat-hangat kuku menyemprot pantatnya : "Oh, ini artinya Warm Water untuk cebok, mantap!!"

Tambah penasaran, ditekannya tombol WA. Whoosss...langsung keluar angin hangat supaya pantatnya kering..

"Mmm...WA ini artinya Warm Air, pantes aja perempuan suka ber-lama² di toilet!!! Enak juga.."
Lanjut...tekan tombol PP, langsung keluar bantalan bedak (Powder Puff) membedaki pantatnya yang sudah kering...

Makin heran, tapi dia ketawa sendiri, "Eei alah, kurang ajar! Kalau di Jakarta muka yg dibedaki, di sini pantat pun dibedakin juga."

Pak Humar sudah gak ragu lagi, sehingga akhirnya ditekannya tombol ATR.....
Gubraaakkk !!!...ia jatuh terlentang dan pingsan!!! Pas sadar, sudah berada di rumah sakit.

Dia tanya perawatnya, dijawab sama perawat dengan lembut : "Gini Pak, sesuai hasil investigasi, waktu itu bapak menekan tombol ATR yang artinya Automatic Tampon Removal.

Tombol itu fungsinya untuk melepaskan pembalut secara otomatis.
Karena bapak gak ada pembalutnya, maka secara otomatis yang ditarik "TELOR"nya bapak.
Copot deh...
ha.....ha...... gak usah seriuslah bacanya kan sekedar joke aza ha...ha....ha.....

Mendikbud Beri Sinyal Seni Budaya Tertuang Dalam Undang - Undang

Tarakan,- Untuk ketiga kalinya, Kongres Kesenian Indonesia (KKI) digelar, kali ini berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat, mulai Rabu s/d Jumat (02 - 05/15) dengan mengangkat tema `Kesenian dan Negara Dalam Arus Perubahan`. Tema ini dipilih berdasarkan sejumlah pertimbangan yang faktual serta keiginan para pelaku seni dan budaya, bahwa adanya perhatian dari Pemerintah terhadap Kesenian dan Budaya yang tertuang dalam Undang - Undang.

Tema besar tersebut dibagi dalam 4 subtema, yakni `Politik Kesenian dalam Perspektif Negara`, `Kesenian, Negara, dan Tantangan di-Tingkat Global`, `Pendidikan Seni, Media, dan Kreativitas`, serta `Seni Dalam Pusaran Kompleksitas Kekinian`.

Salah satu peserta yang mewakili Propinsi Kalimantan Utara dalam KKI III Tahun 2015 , M.Husni, beberkan kepada Tarakan News beberapa waktu lalu, , bahwa kegiatan ini tidak hanya diikuti para pelaku seni saja, tapi dari semua elemen yang mendukung atau terlibat langsung dengan kesenian, seperti Budayawan, Kritikus, Kurator, Akademikus Seni, Komunitas Seni, Pengelola Venue Seni, Wartawan Seni, hingga pihak - pihak yang berhubungan dengan berbagai kebijakan penyelenggara negara di Bidang Kesenian.

“Dengan beragamnya peserta kongres kali ini, diharapkan dapat melahirkan banyak rekomendasi yang solid, yang dapat digunakan sebagai acuan menyusun kebijakan menyangkut bidang kesenian," ucap M.Husni, yang dalam KKI ke-III ini turut memamerkan karya lukisanya.

“Selama ini, kesenian dan budaya dibawah naungan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi tidak semuanya terjangkau dan diperhatikan, oleh karena itu di kongres ini, kita mengharapkan bahwa seni budaya itu berdiri sendiri dan termuat dalam Undang – undang,” imbuhnya kepada awak Tarakan News, Selasa (07/12).

Lebih lanjut M. Husni ungkapkan, perhatian pemerintah terhadap Seni – Budaya, baik itu di daerah maupun dilevel pusat dirasakan sangat kurang. Contoh kongkritnya `banyak karya Seni, karya Sejarah, yang tidak pada tempatnya, tetapi (realitanya) ada pada para kolektor`. Artinya, karya - karya Sejarah yang berhubungan dengan (memiliki) nilai Seni tersebut, seharusnya (idealnya) berada di Museum, bukan ditangan para kolektor.

“Seni Budaya adalah sebagai tonggak (baca, barometer) sebuah Bangsa, tanpa ada Seni Budaya, Bangsa/Negara itu akan hancur,” tegas Husni.

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, respon pemerintah sangat positif sekali dengan hadirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anis Baswedan sebagai Pembicara Utama. Dan Kemendikbud telah membuaka ruang kepada para seniman agar dapat merumuskan pemikirannya, dan hasilnya akan diteruskan (follow up) kepada Presiden RI.

“Ini merupakan perjuagan kita, para seniaman se-Indonesia, jika hanya Peraturan Menteri (Permen) atau Presiden (Perpres) saja, itu tidak cukup, artinya siapapun pengganti Presiden, (Permen/Perpres) ini akan berubah lagi,” ujarnya.

“Artinya, untuk menguatkannya (Seni – Budaya), ya itu tadi harus dibuatkan Undang –Undang. Jadi, arah perubahan dapat terbaca demi kemajuan Kesenian Indonesia pada masa yang akan datang,” pungkas adik kandung almarhum seniman Bob Borneo.

KKI ini diselenggarakan oleh Direktorat Kesenian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan diikuti oleh 700 seniman dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebagai tambahan informasi, KKI ke-I digelar pada tahun 1995 dan KKI ke-II dilangsungkan Tahun 2005.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Walikota Tarakan Kagum TPS Ornamen Naga

Tarakan,- Pada Pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara 2015, Rabu, (09/12) Walikota, Sofian Raga, Wakil Walikota, Khaeruddin Arief Hidayat, beserta unsur Forkompimda Tarakan lakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi TPS (Tempat Pemungutan Suara) di Kota Tarakan.

Dalam tininjauannya ke beberapa lokasi TPS tersebut, Sofian Raga, beserta rombongan memantau sejauh mana partisipasi masyarakat terhadap pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara yang pertama ini.

Yang menarik dalam tinjauan di Kelurahan Karang Anyar Pantai RT 26, tepatnya di TPS 21, dimana panitia pemungutan suara mendesain TPS-nya lain dari pada yang lain (baca, unik), sehingga membuat orang nomor satu di Tarakan tersebut kagum dengan kreatifitas warga (panitia) yang meyempatkan waktu dengan membuat kreasi `Ornament Naga` untuk menarik minat masyarakat untuk datang memberikan hak suaranya ke TPS tersebut.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id

Terbaring Sakit Mereka Tetap Berikan Hak Suaranya

Tarakan,- Sejumlah pasien dan para tenaga medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tarakan melakukan pencoblosan (baca, berikan hak suara) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara di ruang medis (ruang rawat) RSUD Tarakan dengan diawasi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan angota KPPS 02 Kelurahan Kampung Satu Skip, Rabu (09/12) pagi.

Ketua KPPS 02, Sumadi, paparkan terdapat 139 jumlah pemilih antara gedung Rumah Sakit baru dan Rumah Sakit lama, yang terdiri dari pasien serta tenaga medis.

“Ini sudah terdata dan terdaftar di KPU, sehingga kita tinggal memcocok nama saja sesuai yang terdaftar,” kata Sumadi.

“Dari sejumlah 139 orang, hanya ada beberapa pasien yang tidak memberikan hak suaranya, dikarenakan ada pasien tersebut sudah pulang. Dan bagi pasien yang tidak dapat nyoblos dikarenakan kondisi fisiknya (sakit), dapat dibantu dengan anggota keluarganya yang sedang menjaga,” ungkap Sumadi.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Pengiriman Logistik 85 Surat Suara ke Pulau Sadau Dibungkus Plastik

Pelabuhan PT. Intraca, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Utara,- Lurah Karang Harapan beserta anggota KPU, KPPS Kota Tarakan mendistribusikan logistik Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara 2015 menuju Pulau Sadau pada H -1, atau satu hari sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak.

“Pada pengiriman yang baru saja kita laksanakan berjalan berjalan sesuai dengan keiginan, tidak ada barang logistik yang rusak atau basah,” jelas Jon Hendrik, Selasa (08/12).

“Barang - barang logistik kita packing (red, bungkus) dengan plastik sehinga aman bilamana terkena air dan pada kotak suara dan logistik lain kita ikat dengan pelampung sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diingin kan barng tersebut akan aman,” imbuhnya.

Di sampaikan Lurah Karang harapan, Jon Hendrik, pendistribusian logistik pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara untuk Pulau Sadau ini berjalan dengan lancar. Meskipun jarak tempuh cukup jauh dan harus melewati medan yang cukup sulit, yakni sekitar 6 Km serta harus menyebrangi jalur laut dengan waktu tempuh kurang lebih 20 menit, dengan mengunakan perahu motor (long boat).

Lebih lanjut disampaikan, terdapat 85 jumlah pemilih di Pulau Sadau yang masuk wilayah Kelurahan Karang Harapan tersebut, yakni di TPS 10 RT 13.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Hari Ulang Tahun Kota Tarakan mulai 15 Desember 1997 - 2015, usia Kota Tarakan telah 18 Tahun


TEMA : 
Mewujudkan Tarakan Sebagai Kota Perdagangan, Jasa, Industri Perikanan Dan Pariwisata Yang Didukung Oleh Sumber Daya Manusia Serta Infrastruktur Yang Handal Dan Berwawasan Lingkungan. 

SUB TEMA : 
Dengan 5 (Lima) Pilar Pembangunan, Kita Wujudkan Visi Kota Tarakan Melalui Penegakan Supremasi Hukum, Kepemerintahan Yang Baik, Reformasi Birokrasi Pemerintahan, Pengawasan Dan Pengendalian Serta Keterpaduan


Iqra' (Bacalah) - Belajarlah Dari Sekitar

Untuk Di Baca dan Di Pahami sambil SANTAI... 👍

1. Jadilah jagung,
jangan jambu monyet. Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya.

Artinya : Jangan suka pamer

2. Jadilah pohon pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.

Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah duren , jangan kedondong.
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. Hmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.

Artinya : Don't Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari luarnya saja.

4. Jadilah bengkoang.
Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih.

Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai.

5. Jadilah tandan pete (petai), bukan tandan rambutan.
Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede.

Artinya : Selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah cabe
Makin tua makin pedas.

Artinya : Makin tua makin bijaksana.

7. Jadilah buah manggis
Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya.

Artinya : Jangan Munafik

8. Jadilah buah nangka
Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya.

Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).

9. Jadilah BUAH DADA.
Selain bermanfaat buat anak, buat bapaknya juga

Artinya : SEKALI RANGKUL DUA-DUANYA DAPET.

Heheeheee...
Serius nian baconyo coi...

Yang nak mesan kolak tulis pesen lah.. ☺

Berita Foto : Demo Buruh di Depan Kantor Walikota Tarakan

Kelanjutan demonstrasi sebelumnya, para buruh yang terdiri dari karyawan Intraca-wood, PT idec, buruh pelabuhan dan mahasiswa kembali turun ke jalan. Mereka kembali mempertegas kejelasan penetapan UMK oleh pemerintah Kota Tarakan ataupun Provinsi Kalimantan Utara

Lelaki 85 Tahun Tembus Finish `Tarakan Turus 10K 2015`

Stadion Datu Adil Tarakan;- Dalam perlombaan lari marathon `Tarakan Turus 10K` yang diikuti 600 peserta dari masyarakat umum dan pelajar, ada hal yang sangat menarik, yakni munculnya salah satu `peserta Tertua` atas nama Hasrani, 85 Tahun, dan hebatnya ia mampu tembus garis finish lomba lari 10K ini.

Disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Tarakan, Hamid Amrin, Lomba lari 10K yang digelar pada hari Minggu (22/12) lalu ini, masih dalam rangkaian memperingati HUT Kota Tarakan Ke - 18 (15 Desember). yang diikuti.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian memeriahkan HUT Kota Tarakan yang ke 18, serta merupakan tugas dan fungsi kita (Disbudparpora) dalam membidangi pemuda dan olah raga,” ungkap Hamid Amreen,

Hamid Amrin paparkan, kata `Turus` yang dipilih untuk nama lomba lari ini merupakan bahasa yang diadopsi dari daerah/suku Tidung yang merupakan suku asli dari Pulau Tarakan, yang artinya `Lari`.

“Mudah - mudahan dengan dilaksanakannya kegiatan ini, akan menjadi motivasi serta meningkatnya prestasi olah raga di Kota Tarakan,” harap Hamid Amreen.

Diakhir acara, Walikota Tarakan, Sofian Raga didaulat untuk memberikan penghargaan secara khusus kepada Peserta Tertua dan Termuda yang ikut bertarung pada `Tarakan Turus 10K 2015`.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Kepala LAN : ASN Yang Terlibat Politik Praktis Diberi Sangsi Pemberhentian Tidak Hormat

Ruang Imbaya, Kantor Walikota Tarakan,- Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Adi Suryanto, katakan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada serentak (9 Desember) tidak dapat ditawar lagi, Pegawai negeri sipil (PNS) harus dapat menjaga netralitasnya dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis atau memihak kepada salah satu pasangan calon dalam Pilkada.

“Hal itu sesuai dengan amanat Undang - Undang Nomor 5 Tahun 2015, tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mana PNS tidak boleh terlibat dalam politik praktis,” kata Adi Suryanto, saat berikan kan ceramah umum kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (02/12).

“ASN hanya fokus pada job and profesi (Tugas Pokok dan Fungsi) sebagai Abdi Negara, serta menjalankan fungsinya sebagai pelayanan Bangsa dan Negara. Sangsi yang akan diberikan, berupa hukuman disiplin berat dengan diberhentikan dengan tidak hormat,” tegasnya.

Adi Suryanto ungkapkan, Pemerintah Kota Tarakan sudah mulai mengembangkan manajemen ASN berbasis Merit Sistem (pengelolaan Sumber Daya Manusia yang didasarkan pada prestasi, yaitu segenap perilaku kerja pegawai dalam wujudnya sebagai prestasi yang baik atau prestasi buruk dan berpengaruh langsung pada naik atau turunnya penghasilan dan/atau karir jabatan pegawai dengan baik, seperti penyelengaraan seleksi terbuka untuk pejabat eselon II.

“Tarakan sudah memulai melaksanakan manejemen ASN, itu bagus, apalagi dimana era baru saat ini sudah berbasis Merit Sistem, dimana seluruh Kabupaten/Kota harus menerapkan system itu,” ungkapnya.

Sekali lagi Adi Suryanto tegaskan, ASN harus netral, fokus pada Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai abdi negara. Dan yang utama, tidak terlibat praktik politik praktis, bagi ASN yang terlibat seperti menjadi anggota atau pengurus `partai politik` akan dijatuhi sangsi berupa diberhentikan dengan tidak hormat.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Profil Pasangan Calon Gubernur Kaltara No. Urut 1 Sang "Pejuang"

PEJUANG KALTARA  

dr. H. Jusuf SK dan DR Marthin Billa adalah pasangan pejuang berdirinya Provinsi KALTARA, yang berpengalaman memimpin daerah, memiliki integritas, kredibilitas, dan kompetensi yang tinggi untuk membangun, menciptakan kesejahteraan, dan memajukan Kaltara hingga SETARA dengan provinsi-provinsi paling maju di Indonesia.

dr. H. Jusuf SK dan DR Marthin Billa adalah pejuang berdirinya Provinsi KALTARA, yang bersih, jujur, sederhana, dan peduli.

dr. H. Jusuf SK dan DR Marthin Billa maju berpasangan sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara 9 Desember 2015, mendapat dukungan besar dari masyarakat Kaltara, karena perjuangan Kaltara sesungguhnya justru dimulai ketika Provinsi Kaltara Berdiri dengan Gubernur dan wakil gubernur pilihan rakyat.

BAPAK KALTARA

Hanya berselang 8 bulan setelah meletakkan jabatannya sebagai Walikota Tarakan, Maret 2009, dr. H. Jusuf Serang Kasim memulai hari Ahad itu, 22 November 2009, dengan menelpon 4 sahabatnya; Soehartono Soetjipto, Pilipus Gaing, H. Abdul Djalil Fatah, dan HM. Arsyad Thalib SH MSi. Jusuf SK mengajak mereka untuk terlibat menangani pekerjaan yang sangat penting.

“Bagaimana kalau kita turun gunung menyelesaikan urusan Kaltara?” tanya Jusuf SK.
“Setuju,” jawab keempat sahabat itu.
“Tapi untuk perjuangan Kaltara ini kita semua harus rela menggunakan uang sendiri, karena dana untuk itu memang tidak ada, bagaimana?” tanya Jusuf SK lagi.
“Kita siap untuk jalan bersama-sama,” jawab mereka tanpa ragu. Selengkapnya.....
Sumber : http://www.pejuangkaltara.com/

Profil dr. H. Jusuf SK Calon Gubernur Kaltara No. Urut 1 Sang "Pejuang"

Hanya berselang 8 bulan setelah meletakkan jabatannya sebagai Walikota Tarakan, Maret 2009, dr. H. Jusuf Serang Kasim memulai hari Ahad itu, 22 November 2009, dengan menelpon 4 sahabatnya; Soehartono Soetjipto, Pilipus Gaing, H. Abdul Djalil Fatah, dan HM. Arsyad Thalib SH MSi. Jusuf SK mengajak mereka untuk terlibat menangani pekerjaan yang sangat penting.

“Bagaimana kalau kita turun gunung menyelesaikan urusan Kaltara?” tanya Jusuf SK.
“Setuju,” jawab keempat sahabat itu.
“Tapi untuk perjuangan Kaltara ini kita semua harus rela menggunakan uang sendiri, karena dana untuk itu memang tidak ada, bagaimana?” tanya Jusuf SK lagi.
“Kita siap untuk jalan bersama-sama,” jawab mereka tanpa ragu.

Sejak hari itu, suami dari Hj Elisabeth Venny ini sibuk dengan segala kegiatan perjuangan mendirikan Provinsi Kaltara. Bersama sahabat-sahabatnya, Jusuf SK menempuh jalan panjang yang berliku, naik-turun, menyisir tepian jurang, mendaki tebing karang, menapaki kerikil tajam yang bertebaran pada setiap titiannya. Ayah dari tiga bersaudara Syariffah Adriani, Sofyan Kurniawan, dan Ari Yusnita, bersiap-siap membidani kelahiran ‘anak batin’ yang sudah dikandung dalam harapan masyarakat Kaltara sejak satu dekade lalu. Harapan untuk memiliki provinsi sendiri: Provinsi Kaltara.

Peraih 24 tanda kehormatan dan penghargaan dari dalam dan luar negeri atas prestasi kerja dan pengabdiannya ini, menyadari betul arti penting Provinsi Kaltara seperti yang ada dalam pikiran 96 mahasiswa Kaltim yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Asal Nunukan (Ikman), Ikatan Pelajar Mahasiswa Kota Tarakan (Ipmatar), dan Ikatan Mahasiswa Tanjung Selor (Imtas) yang pernah berkumpul di Asrama Mandau Kaltim di Kota Malang pada 21 September 1999. Jusuf SK dan 96 mahasiswa itu tahu belaka bahwa Provinsi Kaltim tidak bisa mengurus wilayah sebesar 1,5 kali pulau Jawa ditambah Madura ini, sehingga harus dilakukan pemekaran untuk memerpendek rentang kendali, pengawasan pembangunan, dan pelayanan publik.

Bagi tokoh yang mengenal betul arti pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, yang mulai meniti kariernya sebagai Kepala Puskesmas Mamburungan Tarakan (1976 – 1982) sampai kemudian menjadi kepala atau direktur di lima rumah sakit berbeda di Pulau Kalimantan ini, Provinsi Kaltara harus didirikan bukan melulu menyangkut soal kekuasaan dan jatah APBD yang tidak seimbang antara 9 kabupaten/kota yang lebih besar di Selatan dengan 5 kabupaten/kota di Utara Kaltim yang lebih kecil. Lebih dari itu, pembentukan Provinsi Kaltara diperlukan demi menjaga marwah NKRI, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan.

Bukankah cerita tentang kemiskinan di perbatasan negeri ini adalah momok yang menghantui orang Indonesia? Bukankah kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat itu adalah pangkal dari sikap rendah diri (inferioritas) orang Indonesia ketika berhadapan dengan bangsa-bangsa tetangga yang lebih maju? Bukankah sikap rendah diri itu bisa melemahkan daya saing Indonesia sebagai bangsa? Jika sudah begini, bukan kemenangan gemilang di ujung jalan pergaulan (baca:pesaingan) antar bangsa, melainkan kekalahan yang bakal menghadang. Ini tidak boleh terjadi. Dan pendirian Provinsi Kaltara adalah demi mengatasi semua masalah itu.

Pengalaman Jusuf SK memimpin Kota Tarakan selama satu dekade (1999 – 2009) bukan hanya sudah meninggalkan jejak prestasi bagi kemajuan Kota Tarakan, melainkan juga pelajaran yang berharga bagi lulusan terbaik LEMHANAS KSKA II (2001) ini. Jauh perjalanan yang membutuhkan jutaan langkah tetap harus dimulai dengan langkah pertama. Satu-satu.

Jalan yang ditempuh Jusuf SK dan para sahabat untuk pendirian Provinsi Kaltara adalah dengan menemui orang-orang yang berkepentingan dalam soal pemekaran daerah di tingkat pusat, Jakarta. Para senator di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dan wakil-wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tidak ada aksi turun ke jalan dan demonstrasi besar dalam penyampaian aspirasi pendirian Provinsi Kaltara, apalagi pemaksaan kehendak, melainkan pembicaraan serius dan diskusi yang mendalam.

Sebagai dokter yang juga kepala daerah, yang pernah menjadi delegasi Indonesia pada World Summit on Suistainable Development di Johanesburg Afrika Selatan (2002), dan mendapat undangan dari Pemerintah German untuk melakukan studi banding tentang otonomi daerah di negara itu bersama Prof DR Sarwono Kusuma Atmadja dan Prof DR Ryaas Rasyid, Jusuf SK dan para sahabat perjuangan memahami aspirasi pemekaran daerah yang disampaikan secara meledak-ledak hanya akan memerparah sikap pro-kontra yang terus membesar, terutama dengan tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat, setelah dipukuli para demonstran yang menuntut terbentuknya Provinsi Tapanuli, 3 Februari 2009. Belum lagi ulasan media massa yang menyebut bahwa otonomi dan pemekaran daerah hanya menambah bilangan “raja-raja kecil” di daerah-daerah yang baru dimekarkan.

Tidak. Pembentukan Provinsi Kaltara tidak menempuh jalan itu, karena cita-citanya pun bukan demi kekuasaan belaka, apalagi menciptakan raja kecil, melainkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga marwah NKRI di perbatasan utara nusantara. Kelima sahabat pejuang Kaltara sepakat, semuanya akan dilakukan dengan tenang dan kepala dingin. Dimulai dengan menyematkan nama “Masyarakat Kaltara Bersatu” untuk tim terdiri dari 5 orang itu. Diusulkan Jalil Fattah karena nama itu sudah terbentuk di Kabupaten Bulungan dengan Fattah sendiri sebagai ketuanya. Dan pada rapat pertama, 24 November 2009, dimantapkan Jusuf SK sebagai Ketua dan Pilipus Gaing sebagai Sekretaris Masyarakat Kaltara Bersatu (MKB).

Perahu MKB mulai berlayar. Membawa gagasan pembentukan Provinsi Kaltara. Rumah-Kantor di Jalan Majapahit no. 20, Blok B-109, Jakarta Pusat, disewa untuk dijadikan sebagai sekretariat. Kelima anggota tim MKB berkantor di sini. Konsultan yang kompeten mulai dimintai bantuannya, Prof Dr Ryaas Rasyid, mantan Menteri Negara Otonomi Daerah dan MenPAN era Pemerintahan Presiden RI Abdurrahman Wahid. Tim MKB kemudian bersepakat menamai Sekretariat MKB itu sebagai Kaltara Center. Di tempat inilah kemudian digodok dan dirumuskan seluruh rencana dan kegiatan pembentukan Provinsi Kaltara. Namun pendirian Kaltara Center secara resmi pada 4 Januari 2010 terjadi di tengah badai moratorium pemekaran. Seratus lebih usulan daerah otonom baru terktatung-katung.

Formasi 5 sahabat perjuangan dalam Tim MKB terasa kurang memadai. Bergabunglah DR Drs Marthin Billa MM, masuk ke dalam Tim MKB dan mengisi jabatan sebagai Bendahara. Ada tekad bahwa Provinsi Kaltara harus bisa terwujud dalam waktu enam bulan. Diusahakan agar jangan sampai ada kelompok-kelompok di Kaltara yang ‘mengganggu’ perjuangan tim MKB. Setiap perkembangan harus dipublikasikan lewat media massa. Agar sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kaltara tercatat dengan baik. Dan dari catatan itu tertulis dinamika perjuangan pembentukan Provinsi Kaltara ternyata tidak semulus yang direncanakan.

KEMAJUAN PENTING, TAPI LANGKAH TERTAHAN

Terjadi kemajuan penting ketika Tim MKB berhasil menemui Ketua Komisi II DPR RI, Burhanuddul Napitupulu, Rabu 13 Januari 2010. Paparan Jusuf SK tentang pentingnya pemekaran Provinsi Kaltim dan Pendirian Provinsi Kaltara, ditambah penjelasan Prof Ryaas Rasyid menggugah dukungan Burnap (panggilan akrab Buhanuddin Napitupulu). Ia menyatakan setuju pemekaran Kalimantan dan Papua, karena posisi strategisnya yang berbatasan dengan negara-negara asing.

Burnap berjanji Komisi II akan membantu sepenuhnya proses pembentukan Provinsi Kaltara. Pesannya, Tim MKB harus segera menyiapkan dan melengkapi persyaratan yang diperlukan. Semua dokumen yang sudah ada harus diperbarui dan yang belum lengkap harus segera dilengkapi sesuai PP 78 tahun 2007. Secara pribadi Burnap menyatakan kekagumannya pada perjuangan pembentukan Provinsi Kaltara dan Tim MKB.

“Kaltara tidak seperti daerah lain, istimewa. Selama saya di Komisi II, baru satu kali ini ada rombongan usulan pemekaran wilayah yang elegan, tenang dan tidak gaduh. Biasanya ada 20-30 orang menemui saya (sambil) membentangkan spanduk bernada keras, sementara di luar sana puluhan atau ratusan orang berteriak-teriak.”

Tiga bulan penuh harapan dengan semangat meluap-luap selama melakukan kerja-kerja pemenuhan syarat-syarat administratif. Tetapi Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Provinsi Kaltara yang dicita-citakan, yang tampaknya akan segera terwujud harus tertahan dan mengendap hingga 18 bulan kemudian. Burnap dipanggil Tuhan Yang Maha Esa pada 21 Maret 2010. Ketua Komisi II pengganti Burnap, Chairuman Harahap, meski mendukung usaha pembentukan Provinsi Kaltara, menyatakan pengajuan pembentukan Provinsi Kaltara tetap mengikuti mekanisme yang ada di Komisi II DPR.

Hambatan besar, bukan alasan untuk menghentikan langkah, apalagi untuk berbalik arah sambil menanggalkan cita-cita. Selama masa jeda itu, Jusuf SK, Marthin Billa, dan para sahabat pejuang lainnya terus melakukan konsolidasi sambil menunggu redanya badai moratorium. Terus berkeliling melakukan safari ke daerah-daerah dan menemui tokoh-tokoh sambil menunggu keluarnya rekomendasi DPD.

Sementara pro-kontra moratorium pemekaran daerah kian membesar. Perdebatan dengan segala macam sudut pandang terjadi di mana-mana. Tim MKB terus bergerak memenuhi segala syarat-syarat pendirian Provinsi Kaltara. RUU Inisiatif DPR kemudian membuka celah harapan. Amanat/Surat Presiden yang ditunggu-tunggu sejak lama akhirnya keluar pada 11 Mei 2012 dengan Nomor R-46/PRES/05/2012.

Masih butuh waktu 6 bulan lagi sampai tiba sore itu, Senin, 22 Oktober 2012. Pemerintah dan DPR RI menyatakan persetujuannya dalam pembentukan Provinsi Kaltara. Bayi Kaltara lahir. Tim MKB mengadakan temu tokoh Kaltara pada Rabu malam, 24 Oktober 2012.

“Ibaratnya bayi, dia sudah lahir. Tinggal tali pusatnya yang belum. Baru akan dipotong tiga hari sejak keluarnya Ampres/Surpres, yaitu Kamis, 25 Oktober 2012, saat DPR RI menggelar Rapat Paripurna untuk mengesahkan RUU Pembentukan Kaltara menjadi Undang-undang,” ujar Bapak Kaltara Jusuf SK.

Ingat-ingatlah hari itu. Karena 25 Oktober 2012 itu adalah hari paling bersejarah bagi Kalimantan Utara. Hari yang mengajarkan kesabaran yang tak berbatas.

Tanda tanya besar menganga. Beberapa pasal dalam RUU Kaltara itu sangat kontroversial. “Sangat tidak sejalan dengan roh dan spirit NKRI dalam memandang soal perbatasan yang lebih dari lima dekade sejak kemerdekaan kurang tersentuh,” tutur Jusuf SK.

“Lihatlah pasal 13, yang menyebutkan bahwa DPRD Provinsi Kaltara dibentuk dari hasil Pemilu 2014. Itu berarti Kaltara akan dipimpin oleh Pejabat Gubernur selama tiga tahun tanpa didampingi lembaga legislatif,” tegas Bapak Kaltara lagi.

Bukan hanya itu, masyarakat Kaltara juga harus menunggu Gubernur dan Wakil Gubernur yang definif, yang bisa dipilih langsung oleh masyarakat Kaltara sendiri. Harapan masyarakat kembali tersumbat di Kaltara. Demokrasi tertunda lagi. Bukan tidak ada usaha sama sekali untuk mengatasi masalah ini. Judicial review ke Mahkamah Konstitusi sudah ditempuh, tapi hasilnya nihil.

Mengutip penjelasan Prof Laica Marzuki, saksi ahli dalam sidang uji materi di MK, Provinsi Kaltara saat ini diistilahkan sebagai ‘defaktum,’ yang membenarkan adanya kevakuman pemerintahan daerah dan kevakuman rumah rakyat, serta pemerintahan transisi sejak 17 November 2012—saat UU No. 20 tahun 2012 dimasukkan ke dalam Lembar Negara—sampai diperoleh hasil pemilihan umum tahun 2014.

“Masya Allah, saya merasa sedih dan malu. Semoga Tuhan mengampuni kita semua,” panjat doa Prof Laica dalam kesaksiannya di Mahkamah Konstitusi.

Demokrasi tidak bisa ditunda lagi di Kalimantan Utara. Pada 9 Desember 2015 akan dipilih Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara. Bapak Kaltara Jusuf SK dan Marthin Billa maju sebagai Pasangan Pejuang Kaltara. Perjuangan Kaltara masih terus berlanjut. Seluruh masyarakat Kaltara wajib mengamankannya. Memberikan amanat kekuasaan bagi yang berhak. Sambil tetap mengingat untuk apa Provinsi Kaltara ini berdiri. Tiada lain tiada bukan, yakni demi menjaga marwah NKRI, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di wilayah perbatasan. MAJUKAN KALTARA BERSAMA.

Salam Pejuang 
Profil calon wakilnya.....

Sumber : http://www.pejuangkaltara.com/

Profil Dr. Marthin Billa Calon Wakil Gubernur Kaltara No. Urut 1 Sang "Pejuang"

"Dr. Marthin Billa telah membuktikan diri sebagai seorang pemimpin yang rendah hati, cermat dan cerdas dalam berpikir serta cerdas pula dalam mengolah emotional quotient dan spiritual quotient-nya dalam menjalankan kepemimpinannya.."(Drs. F. Thomas Edison, Msi dalam buku Marthin Billa yang ditulis oleh DR. Yakob Tomatala)

Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak begitu saja terjadi. Serangkaian proses yang begitu panjang, dimulai dengan diwacanakan sejak tahun 2000 hingga terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 16 November 2012 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Adalah Dr. Drs. Marthin Billa, MM, salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan pembentukan Provinsi Kaltara sejak awal. Tokoh yang lmengenyam pendidikan dasar hingga pendidikan menengah di Kab. Bulungan, Kalimantan Utara ini telah membuktikan komitmennya untuk terus berjuang membangun Kalimantan Utara.

Tujuan pembentukan provinsi ini adalah untuk mendorong peningkatan pelayanan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, memperpendek rentang kendali (span of control) pemerintahan, terutama di kawasan perbatasan.

Pemerintah Pusat berharap dengan adanya pemerintahan provinsi, permasalahan di perbatasan utara Kalimantan dapat langsung dikontrol dan dikendalikan oleh pemerintah pusat dan daerah. Diharapkan juga dengan adanya Provinsi Kaltara dapat meningkatkan perekonomian warga Kalimantan Utara yang berada di dekat perbatasan dengan negara-negara tetangga.

Martin Billa, M.M. lahir di Nahakramo, Malinau, Kalimantan Utara pada tanggal 29 Maret 1954. Beliau menempuh pendidikan diploma di APDN Samarinda dan tamat pada tahun 1978. Setelah itu, beliau menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, Samarinda (1989).

Sebagai seorang individu, ia telah menjadi mandiri sejak usia dini. Ia berhasil menemukan identidas diri serta karirnya di usia muda dan secara konsisten menjadi pemimpin yang sangat kompeten.

Kompetensi Marthin Billa ini terbukti melalui keberhasilan kepemimpinannya, mulai dari Tahap Awal di Samarinda, Tahap Menegah di Pujungan, Peso, dan Tanjung Selor, sampai pada Tahap Atas di Malinau, di mana ia berhasil menjadi Bupati Malinau untuk dua periode berturut-turut, serta memperoleh pengakuan dan penghargaan dari banyak kalangan.

Penghargaan dan tanda jasa yang ia terima diantaranya Bintang Jasa Pratama di Istana Negara pada 13 Agustus 2010. Satya Lencana Wira Karya dari Presiden RI pada 17 Agustus 2008.Kemudian, Penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun dari Presdien RI (1999, 2001, dan 2010).

DR. Yakob Tomatala dalam bukunya menyebutkan bahwa Dr. Marthin Billa adalah patron pemimpin komtemporer yang sukses, layak dikaji oleh mereka yang ingin berhasil dalam hidup serta kepemimpinannya, karena di dalamnya terkandung rahasia keberhasilan yang dapat dipelajari secara vikariat oleh pemimpin generasi baru yang berhasrat menjadi pemimpin kompeten dan dapat memimpin secara berkualitas serta sukses.

Tidak heran, dengan segala prestasi yang sudah diraih, Marthin Billa memiliki kepercayaan diri yang tinggi untuk lebih memberikan tenaga dan pikirannya dalam membangun Kalimantan Utara, sebuah provinsi baru layaknya seorang bayi yang perlu diasah dan diasuh oleh tangan-tangan terampil dan berdedikasi.

Sumber : http://www.pejuangkaltara.com/

Profil Pasangan Calon Gubernur Kaltara No. Urut 2 "Irau"


Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, MM (15 Maret 1954; umur 61 tahun) adalah Pejabat Gubernur Kalimantan Utara yang dilantik oleh Mendagri Gamawan Fauzi pada 22 April 2013. Sebelum ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur, Irianto merupakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Ia kemudian menargetkan selama tiga bulan untuk membuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bisa berjalan normal. Sebagai Penjabat Gubernur Kaltara, ia memiliki pekerjaan rumah pembentukan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) pada 2013, pembentukan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada 2014, penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur pada 2015, dan penyelesaian tapal batas Kalimantan Utara dengan Kalimantan Timur.

Udin Hianggio (lahir 28 Desember 1946; umur 68 tahun) adalah Walikota Tarakan periode 2008-2013 sejak dilantik sebagai wali kota pada tanggal 1 Maret 2009, berpasangan dengan Wakil Walikota, Suhardjo Trianto. Udin Hianggio menjabat sebagai walikota Tarakan selama 5 tahun (2008-2013). Pilihannya untuk melepas jabatan Kepala Cabang PT PELNI untuk menjadi wakil rakyat di DPRD Kota Tarakan di tahun 1999, membuktikan keikhlasannya. Ia tidak ingin memikirkan kariernya sendiri dengan tetap menjadi pegawai. Bagi Udin Hianggio, bekerja untuk kesejahteraan masyarakat sebuah pengabdian yang sangat mulia. Kini Udin Hianggio kembali diuji. Masyarakat menginginkan seorang pemimpin sederhana serta amanah dan itu ada pada dirinya.

Sumber : https://iraukaltara.com/

Kader Bela Negara Dapat Pengaruhi dan memberi dampak positif di masyarakat

Tarakan,-Berakhirnya tahap awal Program Menteri Pertahanan RI tentang Bela Negara, dalam rangka menciptakan Indonesia yang kuat dalam sepuluh tahun ke depan, Tarakan melaksanakan upacara penutupan pembentukan kader Bela Negara se-Provinsi Kalimantan Utara bertempat dihalaman UPT LLK kampung enam Selasa, (01/12).

Laksamana Pertama Yudi Hadi D selaku Danlantamal XIII sampaikan, Pembetukan kader ini tidak hanya berhenti disini, dalam kehidupan keseharian para peserta akan kita pantau sejauh mana penerapan yang dapat mempengaruhi dan memberi dampak positif bagi lingkungan terkecil serta menjadi teladan dimasyarakat.

“sebanyak 143 orang peserta dalam pengkaderan Bela Negara ini, nantinya juga akan kita libatkan pada setiap event atau hari-hari besar nasional”ungkap Danlantamal XIII tersebut.
Walikota Tarakan katakan, “banyak perubahan dalam mengikuti Pengkaderan dan pelatihan Bela Negara ini, terutama rasa nasionalisme mereka kuat sebagai bangsa Indonesia, sehingga rasa cinta, bangga dan rasa memiliki NKRI ini semangkin lebih meningkat” tegas Sofian Raga

Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan ini kita harapkan para kader Bela Negara dapat mengembangkan serta memahami bagaimana mencintai bangsa ini serta dalam pergaulannya dapat menggambarkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Ini sangat positif dan ini akan terus kita tingkatkan baik itu disetiap kegiatan-kegiatan pemerintah serta ikut berperan dalam pembangunan dan pelayanan sesuai kapasitasnya, sehingga akan terus berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.

“mereka dilatih disini untuk itu. para kader ini akan kita libatkan bagaimana menjadi warga Negara yang baik, itu minimal” tegas sofian

Kedepan, kita mengharapkan semua element akan dilibatkan, sehingga natinya akan terjadi pemerataan pendistribusian tentang pemahaman Bela Negara itu karena diikuti semua komponen sehingga Indonesia akan menjadi lebih kuat dan tanguh.

OZ – OLA - DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Peran Bela Negara dimasyarakat wujudkan Indonesia yang kuat

Tarakan,- Dalam mengikuti Pengkaderan dan pelatihan bela Negara yang diikuti sebanyak 143 orang peserta dari berbagai unsur diantaranya mahasiswa, PNS, Guru, Pol PP serta berbagai elemen masyarakat, yang turut mengikuti kegiatan pengkaderan tersebut Selasa, (01/12).

Disampaikan Walikota Tarakan Sofian Raga, banyak terjadi perubahan-perubahan, terutama bangkitnya rasa nasionalisme yang kuat sebagai bangsa Indonesia serta rasa cinta dan bangga terhadap NKRI benar-benar melekat. dan selama kurang lebih lima belas hari, para peserta yang dididik oleh para pembina dari unsur TNI dan Polri, menjadikan para peserta memiliki mental yang kuat sebagai bangsa Indonesia.

Terlihat sebanyak 143 peserta bela Negara dalam upacara penutupan pembentukan kader bela Negara Provinsi Kalimantan Utara begitu atraktif dan profesional dalam melakukan berbagai Atraksi mulai dari beladiri Pencak Silat, Kempo, Young Modo, Periksa Kelengkapan hingga melakukan Senam Perahu karet.

oleh karena itu, dengan adanya program ini, kita harapkan para kader Bela Negara dapat mengembangkan diri dalam lingkungannya demikian juga dalam dalam pergaulannya sehari-hari di masyarakat, jelas Sofian Raga.

Dengan berakhirnya kegiatan ini para peserta kader bela Negara dapat mengaktualisasikan serta menerapkan apa yang sudah didapat selama mengikuti pelatihan baik itu dilingkungan sendiri dan di masyarakat, jelas walikota Tarakan

OZ – OLA - DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Hadirnya BP4 Diharapkan Kurangi Angka Perceraian

Masjid Baitul Izzah,Tarakan,- BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) Kota Tarakan melaksanakan pengukuhan pengurus BP4 periode 2015 - 2017 serta melakukan dialog Bahaya Nikah Siri dan Nikah Usia Dini, Senin (23/11) lalu.

Wakil Walikota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat, katakan, sebagai peran serta BP4 menanggulangi permasalahan perkawinan dalam rangka membantu memecahkan permasalahan keluarga (rumah tangga) yang diliputi keinginan perceraian, dan memberikan wawasan untuk membina rumah tangga guna meraih win win solution dalam setiap persoalan pernikahan yang dialami masyarakat.

Khaeruddin Arief Hidayat ungkapkan, 70% angka perceraian didominasi oleh kaum perempuan dalam mengajukan gugatan perceraian, dengan alasan faktor tuntutan ekonomi dan perselingkuhan.

Pernikahan sifatnya sakral, siapapun yang menikah tentunya ingin bahagia dan ingin yang pertama dan terakhir. Namun seiring perjalanan waktu, berbagai guncangan, godaan, datang menghadapi rumah tangga. Terlepas dari hal tersebut, lanjutnya, siapapun kita, semua tentu punya permasalahan rumah tangga, tetapi itulah bagian dari seninya (membina rumah tangga).

“Rumah tangga ibarat sebuah kapal yang mengarungi samudera (bahtera rumah tangga), artinya kapal itu akan melewati lautan luas yang akan dihadang ombak dan badai dan ketika kita tidak mampu (mapan) maka kita akan terhempas ditelan ombak badai,” ujar Khaeruddin Arief Hidayat

Arief paparkan, semangkin majunya perkembangan teknologi, Talak-pun sekarang dapat dilakukan (proses) melalui SMS (pesan singkat), dan BBM. Bahkan media sosial (Medsos) telah dijadikan pelampiasan. Sebagai contoh, saat ini jika seseorang sedang ada masalah, nulisnya (diungkapkan) distatus medsos/ bbm, `Hatiku Sedang Galau`. Begitu orang/ teman - temannya tahu pemilik status sedang galau, masuklah mereka untuk menggoda.

Hal yang paling bahaya adalah curhat, apalagi di Medsos, orang yang menjadi curhatan akan mendengar, menampung segala ungkapan dengan senang. “Dan kita akan berangapan, sepertinya ini pas, dia selalu suka, dan timbulah rasa sepertinya hanya dia yang mengerti diriku. Dan biasanya diawali seperti ini,” imbuhnya.

Jika sesuatu diawali dengan indah itu luar biasa, tetapi bagaimana jika diawalnya saja sudah tidak indah, bagaimana seterusnya? Maka dari itu, menurutnya, yang hebat adalah ketika rumah tangga bahagia dalam perjalanannya dan tetap sama dengan proses awalnya.

“Dengan keberadaan BP4 ini, mudah - mudahan dapat membantu kita dalam memecahkan permasalahan dalam keluarga, dan dapat memberikan wawasan untuk membina rumah tangga, sehingga kedepan angka perceraian akan dapat berkurang,” pungkasnya.

OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id

Qoute Islam

Doa Islam