Seribu Tas Ramah Lingkungan Disebar Sebagai Pengganti Kantong Plastik

Tarakan,- Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2016, Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tarakan kampanyekan Gerakan Indonesia Bebas Sampah (GIBS) 2020, dengan cara berkeliling kota sekaligus mensosialisasikan upaya pemerintah bersama masyarakat menguragi penggunaan kantong plastik, terutama saat berbelanja.

Wakil Walikota Tarakan, HK Arief Hidayat, yang turut mensosialisasikan GIBS 2020 ini menyambagi beberapa pasar yang ada di Kota Tarakan, yakni dengan membagi - bagikan Tas Ramah Lingkungan sebagai pengganti kantong plastik kepada para pengunjung pasar, sebagai salah satu upaya meminimalisir volume pengunaan kantong plastik.

“Dalam sosialisasi ini dibagikan seribu tas ramah lingkungan kepada masyarakat, tujuannya adalah bagaimana kita (masyarakat) dapat mengurangi sampah - sampah plastik yang sulit untuk diurai (red, dihancurkan), dan membutuhkan waktu yang sangat lama,” ungkap Arief Hidayat.

“Merubah suatu kebiasaan mememang tidak mudah, tetapi cera berlahan pengunaan kantong plastik secara bertahap akan terealisasi,” imbuhnya, Senin (22/02).

Arief Hidayat menegaskan, di Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2016 ini, sebagaimana telah diprogramkan Walikota Tarakan mengenai pengelolaan Sampah Semesta, dimana sampah - sampah rumah tangga akan dijemput atau diambil oleh petugas kebersihan kesetiap rumah penduduk, sehingga di Kota Tarakan kedepannya diproyeksikan tidak terdapat lagi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang selama ini berada disisi jalan.

“Harapan kedepan, bagaimana kesadaran serta partisipasi masyarakat sangat kita butuhkan. Sehingga kita dapat sama - sama mengurangi (sampah plastik), minimal apa yang bisa dilakukan dari dampak (red, sosialisasi) ini, sedikit ada berkurang (volume sampah plastik),” pungkas Wakil Walikota

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Penggunaan PDH PNS Dilingkup Pemkot Tarakan Berubah

Tarakan,- Bila sebelumnya setiap hari Senin para Pegawai Negeri Sipil (PNS) mengenakan pakaian Linmas, maka saat ini pada hari Senin berubah jadi menggunakan pakaian Waskat (red, warna khaki) hingga hari Selasa.

Kemudian untuk hari Rabu, para pegawai mengenakan stelan pakaian atas berwarna putih yang dipadukan bawahan berwarna gelap. Sedangkan untuk hari Kamis menggunakan stelan pakaian Batik dan untuk hari Jumat bisa mengunakan Batik atau stelan pakaian Olah Raga, tinggal menyesuaikan.

“Untuk hari Jumat mengunakan Batik atau stelan pakaian Olah Raga, tinggal menyesuaikan kondisi saja,” jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, M. Khairul, kepada Tarakan News, Minggu (21/02) siang.

Perubahan pemakaian seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ini, dijelaskan M Khairul, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 60 Thun 2007 Tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah Daerah.

“Pengunaan pakaian Linmas tetap digunakan, tetapi hanya digunakan pada peringatan hari - hari tertentu saja,”dan peraturan ini sudah berlaku semenjak Surat Eradan (SE) Walikota Tarakan ini diterbitkan ke seluruh SKPD di Kota Tarakan,” papar Khairul.

Khairul tegaskan, seluruh PNS wajib mengikuti atauran ini dan dirinya selaku Sekda himbau kepada Kepala SKPD agar tidak bosan - bosannya untuk mengingatkan ke jajarannya, baik menyampaikannya saat apel pagi atau dalam waktu-waktu tertentu.

“Mungkin saja masih ada pegawai yang lupa, atau ada yang tidak tahu. Dan ini memang harus dilakukan sosialisasi secara terus menerus,” pungkas Khairul.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id

Tata Kebersihan Di Pasar, Sekolah, Dan Lingkungan Segera Dibenahi

Gedung Imbaya Setda Kota Tarakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan lakukan berbagai persiapan dalam upaya penataan kebersihan lingkungan kota, guna meraih kembali Penghargaan Adipura. Beberapa tempat yang jadi perhatian Pemkot Tarakan, antara lain Pasar, Sekolah - sekolah, serta lingkungan.

“Ada beberapa hal, terutama yang berkaitan dengan tempat - tempat seperti pasar, sekolah - sekolah, serta lingkungan. Ini yang segera kita harus benahi, apa saja yang kurang dari penilaian itu, akan segera kita coba untuk melakukan upaya dalam melakukan pembenahan yang kurang selama ini,” jelas Wakil Walikota Tarakan, HK Arief Hidayat usai rapat koordinasi bersama jajarannya, Selasa (16/02) lalu.

Ditegaskannya, ketika dalam penilaian pemerintah kota sudah diberitahukan dititik – titik mana saja nilainya yang kurang, yang menyebabkan Kota Tarakan jatuh dan tidak mendapakan penghargaan Adipura.

“Sejak (tahun) 2013 terakhir dan (tahun – tahun) sebelumnya, beberapa kali kita mendapatkan, lalu tiba - tiba tidak dapat (penghargaan Adipura). Tentu ini menjadi sebuah penilaian kita, ini stressing serta catatan buat kita,” tegas Arief.

Oleh karena itu untuk mempersiapkannya, pemerintah kota berharap siapa mengerjakan apa sesuai dengan bidangnya, misalkan ketika dititipkan dengan kondisi lingkungan Sebengkok berarti yang bertangung jawab adalah Lurah Sebengkok beserta masyarakatnya. Apa yang harus dikerjakan, bagian mana saja yang harus dibersihkan, serta apa saja yang kurang.

“Ini merupakan sebuah kewjiban yang harus dilakukan, jadi bukan karena ingin mendapatkan penghargaan saja. Jika memang kita menang dan berhasil mendapatkan penghargaan, jelas itu juga merupakan sebuah usaha yang selama ini kita lakukan,” imbuhnya.

“Semuanya ini dapat dilakukan pihaknya meskipun tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Ketika kita bisa mensiasatinya dengan melakukan upaya - upaya sesederhana mungkin, kenapa tidak kita lakukan,” lanjut Arief Hidayat.

Mudah - mudahan dengan evalusasi ini, harap Wakil Walikota Tarakan, bisa dilakukan dengan tujuan mewujudkan sebuah kota yang bersih, indah, sehat. Dan semua ini dapat dilakukan secara bersama – sama, sesuai dengan bidang masing - masing dan Adipura bisa kembali diraih Kota Tarakan.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id

Rapat Koordinasi Teknis Dinas Perhubungan dan Kominfo se Kalimantan Utara

Hotel Laura Nunukan, dengan mengusung tema "Dengan Perencanaan Terpadu di Sektor Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Akan Membuka Keterisolasian Wilayah Serta Menjadikan Provinsi Kalimantan Utara Sebagai Beranda Terdepan di Nusantara" Dishubkominfo Provinsi Kaltara melaksanakan Rakornis pada tanggal 22 - 24 Februari 2016.

Menghadirkan pembicara atau nara sumber dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Pada Rakornis 2016 kali ini, selanjutnya pembahasan usulan di lakukan melalui rapat komisi yang terdiri dari Komisi Bidang Perhubungan Darat dan Udara, Komisi Bidang Perhubungan Laut dan ASDP dan Komisi Bidang Kominfo dan Postel.

Untuk usulan bidang kominfo dan postel, lebih banyak dibahas tentang pembangunan desa broadband terpadu, perluasan jangkauan RRI dan TVRI, serta usulan site plan, PPID yang belum ada di beberapa kabupaten.

Evi Masamba Meriahkan Malam Silaturrahmi dan Syukuran Gubernur dan Wagub Kaltara

Nunukan, malam ini (19/02) bertempat di GOR Kabupaten Nunukan, berlangsung acara syukuran dan silaturrahmi Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi termuda Kalimantan Utara. Acara yang sangat meriah dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nunukan tentu saja menyita perhatian. Bagaimana tidak, jika acara tersebut di hibur oleh artis juara pertama dari salah satu ajang dangdut nasional sekaligus finalis dangdut asia Evi Masamba.

Bagian Belakang Pasar Gusher Akan Dibebaskan Bertahap

Tarakan, Wakil Walikota Tarakan, HK Arief Hidayat, katakan, ditahun 2016 ini pasar Gusher tepatnya sisi bagian belakang akan dilakukan pembebasan secara bertahap, dan hal ini sudah dianggarkan pemerintah kota.

Dibagian belakang pasar gusher tersebut akan dibangun tempat yang lebih baik, karena saat ini tempat tersebut dinilai kurang tertata rapi, seperti tempat yang digunakan penjual pisang dan penjual kelapa, yang berada disisi ujung pasar.

Hal ini dilakukan, papar HK Arief Hidayat, dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Oleh sebab itu pemerintah kota tarakan berencana lakukan pembenahan dilokasi ini.

“Nantinya bangunan –bangunan penjual pisang dan kelapa yang berada disisi belakang ini akan kita bongkar, kemudian akses jalan masuk pasar akan kita aspal serta merubah dan memperbaiki tatanan wajah pasar tersebut agar tidak terlihat kumuh dan bersih,” tegas Arief Hidayat kepada Tarakan News, Selasa (16/02).

Selain itu, Pemkot Tarakan akan merenovasi Pasar Ghuser ini mulai dari pengelolaan sampah, kemudian mengecat ulang bagunan, dan myambungkan kembali keran - keran air yang sudah tidak berpungsi dengan baik sehingga para pedagang dapat bersemangat untuk membersihkan dan memelihara pasar ini.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Walikota Tarakan : SKPD Yang Terima Tiga Kali Tanda Merah Selanjutnya Hitam

Tarakan,- Terkait penilaian terhadap setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dilingkup pemerintah kota Tarakan, yang merupakan salah satu penerapan pengawasan melekat (Waskat) maka ada 3 kategori hasil penilaian, yakni kategori baik diberi warna hijau, sedang diberi warna kuning, dan buruk diberi warna merah.

“Ada tiga kategori penilaian, yang baik diberi warna hijau, yang setengah baik saya kasih warna kuning, tidak baik saya kasih warna merah. Itu ada grade-nya, angka – angkanya,” kata Sofian Raga, Jumat (12/05) lalu.

Bahkan Walikota Tarakan, Sofian Raga, menegaskan bila ada SKPD yang mendapat penilaian dengan grade warna merah sampai tiga kali maka SKPD yang bersangkutan akan diberikan warna grade hitam.

“Khusus yang tidak baik, itu yang merah kalau sampai tiga kali (red, 3x berturut – turut) dia terus merah, saya kasih Hitam,” ujarnya menekankan.

Saat ditanya makna warna hitam yang disematkan bagi SKPD terkait, dipaparkan Sofian Raga, warna hitam menandakan SKPD tersebut sudah masuk kategori dibawah nilai buruk dan tidak dapat ditolelir (baca, dimaklumi) lagi. Dan itu artinya kantor tersebut sudah tidak dapat mengurusi `Rumah Tangganya` yang dititipkan kepada `dia`.

Jadi perlu diingat, lanjutnya, disetiap kantor pemerintahan khususnya lingkup pemkot Tarakan bukan hanya mengurus Sumber Daya Manusia (SDM) saja namun perilaku SDM dan fisik tempat bekerja juga akan jadi perhatian khusus yang masuk dalam penilaian. Oleh sebab itu, Walikota Tarakan telah membuat surat perintah (Surat Edaran) agar penilaian ini dilaksanakan 4x dalam 1 tahun.

“Penilaian ini, pengawasan melekat ini saya lakukan empat kali dalam satu tahun, sehingga tidak ada jeda untuk berkotor – kotor, untuk tidak tertib, dan untuk tidak indah itu,” imbuhnya.

“Jadi baru tiga bulan periksa lagi, tiga bulan periksa lagi, nah sehingga yang saya harapkan bersih sepanjang tahun,” tegas Walikota Tarakan.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Sofian Raga : Waskat Itu Dinilai Bukan Dilombakan

Tarakan,- Walikota Tarakan, Sofian Raga, tegaskan terkait penilaian yang dilakukan kepada kantor – kantor pemerintah (Satuan Perangkat Kerja Daerah) dilingkungan Pemerintah Kota Tarakan adalah penerapan pengawasan melekat (Waskat) yang harus dilakukan.tanpa perlu dilombakan.

“Jadi penjelasannya bukan lomba kebersihan, atau bukan lomba keindahan, atau bukan lomba ketertiban, tapi namanya penilaian,” kata Sofian Raga kepada Tarakan News, Jumat (12/02) lalu.

Artinya, lanjut Sofian Raga, hal tersebut diatas dilaksanakan sebagai salah satu wujud pemerintah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, karena masyarakat harus merasa senang saat dilayani. Bahkan Sofian Raga tegaskan dirinya akan turun langsung ke setiap SKPD.

“Saya ulangi namanya penilaian, karena ini tidak perlu dilombain,” tegasnya.

Dengan penilaian itu, papar Sofian Raga, dirinya kedepan berhak tidak melihat lagi rumput yang panjang di halaman kantor, sampah berhamburan, kondisi ruangan yang tidak rapih seperti berhamburnya gambar tempel di dinding.

Diingatkan kembali Walikota Tarakan, hal ini dilaksanakan merupakan pengawasan melekat yang harus (baca, wajib) dilakukan tanpa harus di perlombakan.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan.
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Pelihara Ikan Cupang Mampu Kendalikan Vektor DBD

Tarakan,- Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Subono, katakan nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor demam berdarah (DBD) akan secara rutin bertelur selama tiga hari setelah menghisap darah manusia. Dan bila tidak segera diberantas sejak masih jentik, maka pengendaliannya akan semakin sulit.

Salah satu cara yang dianggap efektif untuk pengendalian DBD ungkap Subono, adalah Cupangnisasi atau memelihara Ikan Cupang (Ctenops vittatus) dan lebih dikenal disebagian kalangan masyarakat dengan sebutan ikan Tarung. Hal ini dikarenakan, ikan Cupang dapat membantu manusia mengendalikan vektor demam berdarah dengan memakan jentik – jentik nyamuk Aedes Aegypti. Dan bila Vektor yang berupa jentik ini apabila dibiarkan, nantinya akan berkembang menjadi nyamuk dewasa.

“Karena ikan cupang itu dapat memakan jentik - jentik, sehingga nyamuk tidak dapat berkembang biak,” kata Subono kepada Tarakan News, beberapa waktu lalu, Jumat (05/02).

Pengendalian DBD menggunakan ikan cupang merupakan salah satu cara dari pengendalian nonkimiawi terhadap vektor demam berdarah.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah melakukan Gerakan 3M Plus, yaitu Menutup genangan air, Menguras genangan air, dan Mengubur sampah atau barang bekas lainnya yang mengundang kerawanan perkembangbiakan jentik - jentik nyamuk, serta plus mengunakan lotion anti nyamuk dan mencegah tempat bersembunyinya nyamuk dengan tidak menggantung pakaian.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

SITUASI dan DEFINISI

Situasi 1

Suatu hari orang sekampung berniat  untuk melakukan solat hajat memohon Hujan turun.
Waktu mau solat banyak orang yang datang berkumpul tetapi hanya seorang anak yang membawa payung. Karena dia yakin doanya akan dikabulkan Allah

Itulah yang di namakan KEYAKINAN.

Situasi 2

Bila anda melambungkan bayi ke udara, dia ketawa sebab dia tahu anda akan dapat menangkapnya.

Itulah yg di namakan KEPERCAYAAN.

Situasi 3

Setiap malam ketika kita tidur, tidak ada jaminan kita akan hidup lagi untuk hari esok tetapi kita tetap set alarm untuk kita bangun pada esok hari.

Itulah yang di namakan
HARAPAN.

Situasi 4

Anda bertemu seorang wanita cantik dan dari keluarga baik2. Anda ingin menikahinya, tetapi wajah Isteri anda selalu muncul di pikiran.

Itulah yg dinamakan
KETAKUTAN....

Situasi 5

Anda di situasi 4 tapi tetap melamar wanita tersebut

Itulah yg dinamakan
KEBERANIAN...

Situasi ke 6

Saat melamar wanita nan cantik itu, tiba2 istri anda muncul bersama anak2 nya

Itulah yg dinamakan
KETAHUAN


Situasi ke 7
Ketika anda pada situasi 6 istri datang dengan anak serta keluarga besar mengizinkan acara tersebut tetap berjalan demi menjaga nama baik anda
Itulah yang dinamakan
KEAJAIBAN


Situasi ke 8
Setelah anda pulang dan tampak segalanya berjalan dengan baik aman dan tentram. Istri anda tersenyum sambil menyuguhkan kopi kesukaan anda lalu tiba tiba anda tak sadarkan diri

Itulah yang dinamakan
KERACUNAN


SELAMAT PAGI .....
Sumber : Moh. affan Prov. sulteng

Walikota Tarakan Pimpin Jalan Sehat Pegawai se-Lingkungan Sekretariat

Halaman Kantor Walikota, pagi ini walikota tarakan kembali memimpin jalan sehat di lingkungan sekertariat pemerintah kota tarakan. Dalam amanatnya walikota menyampaikan tentang perlunya menjaga perilaku, bahasa (omongan) dan kebersihan, karena kita adalah contoh bagi masyakarat kita, selanjutnya setelah jalan santai nanti akan dilanjutkan bersih-besih. 




Dinilai Vital Lanud Tarakan Naik Status Tipe B

Tarakan,- Wilayah Tarakan khususnya dan Kalimantan Utara (Kaltara) umumnya merupakan daerah yang sangat strategis, selain berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di tepi alur laut kepulauan Indonesia, juga sangat kaya akan Sumber Daya Alam (SDA). Oleh sebab itu wilayah Tarakan dan Kaltara sangat rentan terjadinya konflik berbagai kepentingan, termasuk didalamnya kepentingan negara tetangga.

“Wilayah ini (red, Tarakan dan Kaltara) kaya akan sumber daya alam, baik di hutan, di laut, maupun sumber daya mineral dan bahan tambang lainnya. Oleh karena itu didaerah ini sering jadi tempat terjadi konflik berbagai kepentingan, termasuk kepentingan negara tetangga yang ditandai dengan seringnya terjadi pelanggaran wilayah maupun aktifitas ilegal,” jelas Panglima Komando Operasi TNI AU II, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu, Rabu (03/02) lalu, saat pimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Lanud (Danlanud)Tarakan.

Menyikapi hal tersebut diatas, lanjut Dody Trisunu, demi menjaga kedaulatan wilayah NKRI dan mencegah terjadinya kegiatan ilegal, maka Lanud Tarakan dituntut agar senantiasa dalam kondisi siap oprasional. Karena Lanud Tarakan merupakan salah satu ujung tombak pelaksana oprasi udara yang dilaksanakan TNI.

Dan karena pentingnya keberadaan Lanud Tarakan, paparkan Dody Trisunu, pihak pimpinan TNI AU melalui Peraturan KSAU No 30 Tahun 2015 Tanggal 23 Oktober 2015, telah menetapkan peningkatan status Lanud Tarakan dari Tipe C menjadi Lanud Tipe B. Serta Komandan Lanud Tarakan dijabat oleh perwira menegah berpangkat Kolonel.

Seperti diketahui jabatan Danlanud Tarakan yang sebelumnya dipegang Letnan Kolonel Pnb. Tiopan Hutapea, saat ini resmi dijabat Kolonel Pnb. Umar Faturrohman.

Marsekal Muda TNI Dody Trisunu juga sampaikan bahwa alih tugas dan alih jabatan dilingkungan TNI A bertujuan untuk mendinamisasikan organisasi yang dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan. Dan dari proses tersebut diharapkan munculnya gagasan - gagasan baru yang akan memberikan suasana segar dalam tubuh organisasi, sehinga akan dapat memacu pencapaian tugas yang lebih optimal.

“Saya selaku Palingma Komando Oprasi TNI Angkatan Udara II maupun pribadi, mengucapkan terima kasih kepada Letnan Kolonel Penerbang Tiopan Hutapea yang telah melaksanakan tugas sebagai Komandan Lanud Tarakan dengan baik,” pungkas lulusan Akademi Angkatan Udara Tahun 1986.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Masuki Musim Hujan Waspada DBD

Tarakan, Memasuki musim penghujan, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tarakan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Oleh sebab itu masyarakat dihimbau untuk waspada dan menjaga kebersihan dilingkungan tempat tinggal karena trend penyakit DBD diprediksi akan terus meningkat di musim pancaroba seperti ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan, Subono, sampaikan berdasarkan data yang diperoleh Rumah Sakit se-Kota Tarakan, pasien penderita DBD mengalami peningkatan di tahun 2015, peningkatan terjadi di bulan September hingga berlanjut ke bulan Januari 2016 ini.

“Memang di musim seperti ini, sekitar bulan Apri, Mei dan Nopember, biasanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) memang tinggi di Kota Tarakan,” kata Subono kepada Tarakan News, Jumat (05/02) lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh, dari Tahun 2015 hingga berita ini diturunkan tercatat sebanyak 474 penderita DBD di kota Tarakan, dan 1 jiwa meninggal dunia (usia anak –anak) di awal Tahun 2016.
Lebih lanjut Subono mengatakan, masyarakat juga harus cermat dalam menyingkapi kasus DBD ini, bahkan jangan terlalu cepat menyimpulkan si penderita terjangkit DBD. Karena hal ini harus ditentukan oleh diagnosa dokter hingga keluarnya hasil dari uji laboratorium. Dan bila hasilnya positif, baru dapat dikatakan yang bersangkutan terserang DBD. Kemudian barulah pihak terkait segera mengambil langkah cepat, jika memang benar dikawasan tersebut telah terjadi kasus penderita DBD.

“Jika demam saja, itu belum tentu DBD, tetapi lakukan pemeriksaan secara tepat dengan melakukan uji lab. apakah ini benar - benar DBD,” ujarnya.

Salah satu contoh kasus, seperti yang dilaporkan dari warga Kampung Enam RT 4, mereka minta dilakukan Fogging (red, pengasapan). Namun pihak Dinkes Tarakan, papar Subono, mempunyai SOP (Standard Operating Procedure), dan jika hal itu sudah benar - benar positif barulah kemudian dilakukan PE (penyelidikan dilapangan).

“Misalkan sudah ada penularan, itu baru dilakukan Fogging,” terangnya.

Dinkes Kota Tarakan selalu mengingatkan/ mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu lakukan gerakan 3M (Menguras – Membersihkan – Mengubur) Plus. Plus disini dapat dilakukan bermacam cara, misalnya dengan membersihkan air ditempat yang tergenang, mengunakan lotion anti nyamuk, mencegah tempat nyamuk bersembunyi seperi yang telah dilakuakan di daerah Selumit Pantai, yaitu Topi Anti DBD (TAD) untuk tempat penampungannya.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, tetapi dengan melakukan gerakan 3M Plus (dapat) mencegah berkembang biaknya nyamuk,” terang Subono.

Selain sosialisasi kepada masyarakat, Dinas Kesehatan telah melakukan langkah pencegahan dengan Larvanisasi, yakni membagikan bubuk Abate kepada masyarakat agar nyamuk tidak berkembang saat musim - musim puncak seperti ini. Kemudian juga bekerjasama dengan semua stake holders, mengajak masyarakat
untuk lebih giat lakukan gerakan 3M Plus seperti kerja bakti, gertak (gerakan serentak untuk membasmi nyamuk), kampaye atau himbauan via media atau selebaran leaflet.

Saat ditanyakan mengenai virus Zika yang saat ini mewabah diberbagai wilayah, Subono jelaskan, virus Zika bukan sejenis DBD tetapi gejala yang ditimbulkan mirip dan yang menyebarkan virus Zika sama denga DBD yakni serangga nyamuk. Sejauh ini belum ada laporan untuk kasus virus Zika di kota Tarakan.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Amidin Ciptakan Tirai Pipa Paralon

Tarakan, Berkerja dibidang seni merupakan sebuah pekerjaan penjiwaan yang butuh pemikiran sehingga dapat meghasilkan sebuah karya cemerlang, seperti hal yang dilakukan pria 52 tahun bernama Amidin, setelah sekian lama malang melintang di dunia seni, baru - baru ini Amidin menghasilkan sebuah karya berupa tirai dengan bahan dasar dari pipa paralon, dan besar kemungkinan besar karyanya ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Amidin hijrah ke kota Tarakan pada tahun 1986 dari kota Balikpapan, kemudian bekerja di perusahaan instalatur listrik sebagai juru gambar teknik (gambar bangunan) di Tarakan pada saat itu. Dan pada tahun 1997, dirinya memutuskan keluar dari pekerjaannya dan beralih ke bidang advertising (papan reklame sablon) yang dinilainya sangat berpeluang, karena menurut Amidin di Tarakan saat itu belum ada yang menggarap usaha tersebut dengan baik.

Bermodalkan memiliki bakat seni yang dipelajarinya secara otodidak serta bakat melukis yang dimilikinya, usaha tersebut mulai ditekuninya dengan serius. Walaupun usahanya tersebut sempat mengalami berbagai hambatan, namun ia mampu melewatinya hingga berkembang beberapa tahun kemudian. Seiring waktu, usaha seperti ini mulai marak berkembang di Tarakan.

Dan pada tahun 2005, Amidin memutuskan untuk mundur dari dunia reklame. Dirinya kembali bekerja pada perusahaan teknik listrik, kali ini dibagian perencanaan, pembuatan tiang - tiang listrik, neon box, dan lain sebagainya. “Saat bekerja disinilah saya mulai banyak terinspirasi untuk menciptakan sebuah alat yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha,” ujar Amidin kepada Tarakan News, Selasa (02/02).

Suatu waktu, dirinya berpikir untuk membuat tirai dirumahnya dengan bahan yang tidak umum dan terlihat unik. Kemudian ia berpikir membuat tirai berbahan dari pipa paralon. “Lagi - lagi saya dibuat bepikir bagaimana cara mengolah serta menciptakan sebuat alat untuk memotong pipa paralon tersebut,” imbuhnya.

Dua bulan lamanya ia menemukan ide bagaimana cara membuat alat pembelah pipa paralon, sampai akhirnya Adimin menemukan cara bagaimana pipa paralon tersebut dapat dibelah menjadi bilah - bilah yang kemudian dapat dirakit menjadi sebuah tirai yang unik dan minimalis.

“Dua bulan saya pikirkan menciptakan alat tersebut walaupun bokar pasang - bongkar pasang akirnya membuahkan hasil juga,” papar Adimin.

Dari sinilah, dirinya mulai berani memproduksi kembali dan sebanyak 5 buah tirai berhasil dibuatnya. Ternyata, respon masyarakat sangat positif dan penasaran dengan tirai pipa paralon produksinya ini.

“Karena barang ini unik dan belum ada di Indonesia, apa lagi di Tarakan,” ungkap Amidin.

Tidak hanya sampai disitu, jiwa seni yang dimilikinya menggeliat kembali dengan berimajinsi bagaimana tirai karyanya ini dapat lebih menarik dimata pembeli. Dan ia pun akhirnya melukis tirai paralonnya tersebut dengan motif - motif yang sedang trend saat ini, seperti mulai motif pemandangan, motif kartun, motif ornament, hingga motif minimalis.

“Karena saat ini, kebutuhan tirai seperti ini diminati rumah - rumah (tipe) minimalis, guna mempercantik rumah tersebut,” ungkap Amidin.

Diakuinya, hanga tirai ini relatif cukup tinggi dengan pertimbangan bahan baku cukup mahal serta tingkat pengerjaannya cukup rumit, karena harus disulam agar lebih sempurna. Selain itu desain pengecatan juga mengunakan warna dasar terlebih dahulu, kemuadin baru dicat atau di brush sesuai dengan keinginan pembeli, sehingga tirai paralon ini terlihat keunggulan kualitasnya. Untuk satu paralon ukuran 4 inch dapat menghasilkan 1m2 tirai dan untuk tirai ukuran 2 x 2m dibandrol dengan harga Rp 1,6 Juta.

Amidin berharap ada bentuk perhatian dari pemerintah untuk membantu usahanya, karena dirinya butuh modal yang besar, paling tidak pemerintah turut mempromosikan produk tirai paralon ini keluar daerah. Sehingga produk karya buah tangannya ini dapat menjadi icon Kota Tarakan.

“Karena ini merupakan hasil karya dari Tarakan dan belum ada di Indonesia, setidaknya bisa diungulkanlah seperti Batik Tarakan, Udang, Kepiting , Ikan Tipis, dan produk saya ini Tirai Paralon khas Tarakan begitu,” pungkasnya.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tarakan Down

Diberitahukan kepada seluruh pengguna LPSE, sehubungan terjadinya kendala teknis pada Server LPSE Kota Tarakan, mengakibatkan seluruh aktivitas LPSE baik lelang maupun non lelang tidak dapat dilakukan untuk sementara waktu.

Surat Pemberitahuan LPSE download di http://www.tarakankota.go.id/data/SURPENG-LPSE-2016.pdf

Demikian pemberitahuan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Sumber : http://tarakankota.go.id/

Walikota Tinjau Balai Benih Udang (BBU) Milik Pemerintah

TARAKAN - Walikota Tarakan, Sofian Raga, didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan, dan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan meninjau Balai Benih Udang (BBU) Milik Pemerintah Kota Tarakan di Tanjung Batu, Maburungan Timur, Minggu (31/1).

Di bawah kepengurusan Dinas Kelautan dan Perikanan, Balai Benih Udang ini dimulai pembangunannya pada Tahun 2011 melalui dana Pemprov Kaltim, dan rampung pada tahun 2013. Namun banyaknya pra sarana dan fasilitas yang masih belum terpenuhi menjadi salah satu utama tidak maksimalnya fasilitas Balai Benih Udang ini.

"Tahun 2013 kemarin sudah rampung pengerjaannya, namun permasalahan utama kemarin adalah tidak adanya aliran listrik, Diesel yang ada tidak mencover untuk itu. Jadi melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), November 2015 kemarin kami baru bisa mendapatkan listrik. Sebenarnya bukan itu saja permasalahnnya, untuk itu kita meminta dukungan kepada Walikota untuk pengembangan BBU ini" Ujar Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, Firman.

Merespon permasalahan yang ada di Balai Benih Udang ini, Walikota meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tarakan untuk membuat proposal terkait pengembangan Balai Benih Udang ini.

"Saya minta DKP untuk menyiapkan proposal, apa-apa saja yang kurang di BBU ini, nantinya melalui proposal itu saya akan menyurati kepada Kementerian terkait maupun Pemprov untuk bantuan BBU ini," Ujar Walikota. (HMS/DR)

Sumber : http://infotarakan.id/

Si Jago Merah Kembali Mengamuk di Pangkalan Nunukan

Pangkalan, Kab. Nunukan dini hati di kejutkan dengan mengepulnya asap tebal yang diikuti api yang sangat besar membuat pendudukan pangkalan terjaga. Dari sebuah rumah kayu milik Bapak Ira sudah tertutupi api yang siap menghanguskan apa saja.
Namun berkat kesigapan Pamkar Nunukan, dibantu masyarakat setempat dan personil angkatan laut uang berada tidak jauh dari tempat lokasi api tersebut dapat di jinakkan 2 jam kemudian.
Sampai berita ini diturunkan, mobil Pamkar masih mengepung lokasi api untuk memadamkan yang masih tersisa.
Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun menghanguskan empat rumah warga.

Kepala UPTD Tengkayu 1 Dilantik

TARAKAN - Setelah diambil alihnya kepengurusan pelabuhan Tengkayu 1 dari Perusda ke ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) melalui Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Walikota Tarakan, Sofian Raga langsung melantik 2 jabatan pengawas struktural UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 di Gedung Serbaguna Kantor Walikota, Senin (1/2)

Dalam pelantikan ini Rahmat Kartolo ditunjuk langsung sebagai kepala UPTD pelabuhan Tengkayu 1 serta Ahmad Seyuti sebagai kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pelabuhan Tengkayu 1.

Dalam Sambutannya Walikota Tarakan mengatakan, pelabuhan tengkayu adalah satu sarana yang penting di bidang pelayanan transportasi laut Kota Tarakan dan sekitarnya. Sofian Raga berharap kepada kepala UPTD yang baru ini untuk meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Tengkayu 1 ini.

"Saya minta kepada kepala UPTD pelabuhan Tengkayu 1 ini untuk meningkatkan pelayanan yang ada, dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi, dan usai pelantikan ini saya akan mengantarkan kepala Kepala Pelabuhan Tengkayu ini langsung melakukan tinjauan untuk melihat langusung permasalahan maupun kekurangan yang ada" Ujar Sofian Raga.

Selanjutnya usai prosesi pelantikan, Sofian Raga didampingi Asisten Administrasi Umum dan Kepala Dinas pehubungan mengajak langsung Kepala UPTD Pelabuhan Tengkayu 1, Rahmat Kartolo untuk melakukan peninjauan di Pelabuhan Tengkayu 1.


Sumber : http://infotarakan.id/

Rahmat Kartolo Dipercaya Kelola UPTD Tengkayu I

Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Kota Tarakan. - Walikota Tarakan, Sofian Raga, Senin (01/02) pagi, melantik 2 pejabat struktural dilingkungan pemerintah kota (Pemkot) Tarakan, yakni Rahmat Kartolo dipercaya sebagai Kepala UPTD Tengkayu I dan Ahmad Seyuti sebagai Kasubag Umum.

Usai acara pelantikan, Sofian Raga bersama para Asisten dan unsur SKPD terkait langsung tinjau sarana dan prasarana di Pelabuhan Tengkayu I dan bersilaturahmi dengan para pedagang, karyawan, dan petugas pengelola pelabuhan, sekaligus memperkenalkan Rahmat Kartolo secara langsung kepada mereka sebagai kepala UPTD Tengkayu I yang baru.

“Hari ini saya akan antar mereka kesana dulu (Pelabuhan Tengkayu I) untuk mengawali hari pertama mereka bekerja,” kata Sofian Raga kepada Tarakan News.

Setelah memperkenalkan pimpinan baru, Walikota Tarakan ungkapkan pihaknya akan memantau sejauh mana yang harus dibenahi, tinggal nanti bagaimana seiring berjalan waktu mereka membuat program keja, perencanaan, guna mengelola pelabuhan ini secara baik.

“Yang ada jalan saja dulu, tinggal nanti dibenahi, masa baru satu hari sudah berubah? Ingat yang terpenting adalah pelayanan,” ujarnya.

“Jika memang ada perubahan pelayanan, tentunya yang lebih baik. Artinya yang sudah baik jadi lebih baik lagi,” tegas Sofian Raga.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan

Pelatihan Membuat Blog di Diskominfo Kota Tarakan

Pelatihan membuat blog yang diikuti oleh peserta magang dari SMK 2 Tarakan dan SMK Mutiara Bangsa Sebatik

Isian Kuisioner Dari Pedagang Miliki Peran Bagi `Wisata Belanja` Pasar Tumpah

Tarakan,- Wakil Walikota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat, yang juga merupakan pencetus ide Pasar Tumpah, katakan untuk saat ini kegiatan wisata belanja sudah berjalan baik, selanjutnya akan di evaluasi panitia sejauh mana pelaksanaannya. Dengan menyedot masukan dari para pedagang, seperti bagaimana saran mereka, keinginan para pedagang dari jam berapa, kemudian berkaitan dengan tempatnya seperti apa, serta yang tak kalah penting apakah mereka siap untuk dilaksanakan setiap hari Minggu.

“Kita akan minta komitmenya, karena kuisioner sudah diberikan panitia kepada pedagang untuk menyampaikan apa saja yang perlu kita benahi,” kata Khairuddin Arief Hidayat, disela - sela pelaksanaan perdana Pasar Tumpah, Minggu (24/01) lalu.

Lebih lanjut Khairuddin Arief sampaikan, sebanyak 713 pelaku pasar telah mendaftar, tetapi masih ada beberapa pedagang yang tidak datang. Dan pada hari Selasa (26/01) pihak panitia akan mengevaluasinya.

“Kita sudah mencatat siapa yang hadir dan tidak, lalu kita akan bicara komitmen mereka. Karena ini baru mencari jati diri (mencari bentuk) dengan mereka turun berjualan disini, dengan masing - masing kreasinya,” terangnya.

“Tentunya akan menjadi tolak ukur utuk mereka melakukan kegiatan ini selanjutnya, ini saja sudah semaraklah,” lanjut Khairuddin Arief H.
Selain itu pihak panitia juga telah menyebarkan kuisioner tentang perputaran uangnya, dan selesai acara dikumpulkan.

“Disini kita bisa tau berapa pendapatannya serta keuntungannya sehingga baru kita akan tahu berapa perputarannya, Mudah - mudahan perputaran uang dan keuntungannya sesuai target, tercapai,” tegasnya.

Terkait masalah sampah, pihak panitia sudah menyiapkan plastik sampah guna mengantisipasi dampak dari aktifitas Pasar Tumpah, serta menyiapkan para petugas kebersihan, sehingga saat acara ini selesai para petugas kebersihan inilah yang membersihkan sisa - sisa sampahnya.

OZ – DD, Diskominfo Tarakan

Qoute Islam

Doa Islam