
Wakil Kepala Detasemen Pelopor C Brimob Tarakan, AKP. Vije, ungkapkan dari hasil identifikasi, benda tersebut merupakan bom yang masih aktif, dengan ukuran panjang 47 cm, miliki diameter depan 48, belakang 56, tengah 53, kemudian miliki nomor seri 81205524.
“Ini merupakan jenis bom udara (rudal), yang dijatuhkan dari pesawat pada Perang Dunia II, dengan daya ledak mencapai radius kurang lebih Satu Kilo Meter (1 Km),” kata Vije.
Dari hasil identifikasi diatas, Vije tambahkan, benda ini merupakan jenis (kategori) bom militer (baca, bom yang biasa digunakan militer dalam pertempuran). Dan di Tarakan sampai dengan saat ini, banyak kejadian ditemukanya bom militer yang merupakan sisa – sisa/ peninggalan Perang Dunia II.
“Sebenarnya penanganan kasus seperti ini (baca, bahan peledak militer), harus dilakukan oleh ZIPUR (Zeni Tempur) TNI, dan dikarenakan di Tarakan tidak ada, maka dari itu ditangani oleh Tim Gegana Brimob,” imbuh Vije.
“Kondisi tanah Tarakan yang hampir rata - rata gambut, merupakan salah satu faktor banyaknya bom pada Perang Dunia ke II tidak meledak, sehingga di Tarakan masih banyak terdapat bom - bom peninggalan perang yang masih aktif,” pungkasnya.
OZ – DD, MC Diskominfo Tarakan
Sumber : http://tarakankota.go.id/