Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Rapat Koordinasi Teknis Dinas Perhubungan dan Kominfo se Kalimantan Utara

Hotel Laura Nunukan, dengan mengusung tema "Dengan Perencanaan Terpadu di Sektor Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Akan Membuka Keterisolasian Wilayah Serta Menjadikan Provinsi Kalimantan Utara Sebagai Beranda Terdepan di Nusantara" Dishubkominfo Provinsi Kaltara melaksanakan Rakornis pada tanggal 22 - 24 Februari 2016.

Menghadirkan pembicara atau nara sumber dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Pada Rakornis 2016 kali ini, selanjutnya pembahasan usulan di lakukan melalui rapat komisi yang terdiri dari Komisi Bidang Perhubungan Darat dan Udara, Komisi Bidang Perhubungan Laut dan ASDP dan Komisi Bidang Kominfo dan Postel.

Untuk usulan bidang kominfo dan postel, lebih banyak dibahas tentang pembangunan desa broadband terpadu, perluasan jangkauan RRI dan TVRI, serta usulan site plan, PPID yang belum ada di beberapa kabupaten.

Perjalanan Kota Tarakan dalam Implementasi e-Gov “Mati Suri”

Semangat pencapaian Kota Tarakan untuk menjadi good government dengan penerapan e-Gov yang sebelumnya dapat dibanggakan dalam rentang tahun 2002 sampai tahun 2011, ternyata terhenti begitu saja. Sampai dengan tahun 2011 Kota Tarakan telah melakukan Transformasi traditional government menjadi electronic government (eGovernment). Beberapa lini pemerintahan telah melakukan Transformasi seperti bkd.tarakankota.go.id yang berisi informasi tentang kepegawaian Kota Tarakan, informasi tentang Legislatif Kota Tarakan disajikan dalam bentuk situs dprd.tarakankota.go.id sehingga dapat dijadikan sarana interaktif dan transparansi informasi dengan masyarakat luas khususnya warga Kota Tarakan.

Demikian pula Informasi Perencanaan Pembangunan Kota Tarakan yang dalam hal ini bappeda.tarakankota.go.id dapat diakses dari seluruh dunia, sehingga dimanapun berada diharapkan informasi tentang Kota Tarakan secara global akan tetap bisa didapatkan.

Melengkapi penyajian Informasi tersebut, Pemerintah Kota Tarakan juga memberikan fasilitas yang tidak kalah pentingnya, yaitu Internet Parking yang lebih dikenal di Kota Tarakan sebagai Netp@rk.

Namun apa yang terjadi setelah itu ??

Amanat Inpres No 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government bahwa setiap Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing guna terlaksananya pengembangan e-Government secara nasional mulai dilupakan begitu saja.

Infrastruktur intranet antar SKPD yang notabene sebagai fasilitator utara G2G, G2C dan bahkan G2B yang sebelumnya menjangkau hampir semua SKPD ± 52 termasuk sekolah dan Universitas, seiring berjalannya waktu berkurang dan hilang secara bertahap.

semangat yang sebelumnya telah terbangun dengan hebatnya bahkan pencapaian sebagai juara E-Government Award 2003 yang diberikan kepada KOTA TARAKAN sebagai "BEST OF THE BEST" Lembaga Pemerintah Pengaplikasi E-Government, entah kenapa redup dan mati suri.

Berbagai upaya untuk kembali membangunkan semangat e-Gov hanya bisa membuat menggeliat dan kembali tidur, usulan tentang penggunakan teknologi Fiber-Optic selalu saja mendapat penolakan dan dianggap sebagai pemborosan dan tidak perlu.

Apa yang salah dengan negeri ini ???

Pasang Ruter di Belakang Modem ADLS Speedy

Setelah sore tadi, teknisi dari Speedy pasang koneksi dengan menggunakan Modem ADSL gratisan dari Telkom. Akhirnya di rumah kembali bisa merambah dunia maya. Dari sekedar update Status di Facebook, baca Detik.com sampai download sesuai yang diinginkan.

Namun satu hal yang menjadi masalah baru, bahwa Modem yang ikutkan dalam paket Speedy telkom hanya menyisahkan 1 (satu) colokan Ethernet, sehingga otomatis hanya untuk melayani 1 buat komputer atau istilah lainnya client.
Sementara itu, di rumah memiliki beberapa komputer (PC) dan satu buah Laptop, belum lagi Gadget yang bisa dimanfaatkan sebagai media internet yang sudah dilengkapi Wiraless.

Untuk memenuhi hasrat semua itu, maka Kahar (adik) bongkar-bongkar di gudang dan ternyata menemukan Router Wiraless. Nah dari sinilah awal masalah baru....
Bagaimana cara menghubungkan Router Wiraless sehingga bisa menjadi pembagi??

Mulailah utak-atik dengan berbekal ilmu pas-pasan, Tarik kabel RG45 dari posisi LAN di Modem milik Speedy dan dimasukkan ke posisi WAN di Router Wiraless. Selanjutnya masuk ke settingan Router dengan password default (kebetulan routernya habis di reset ulang). Pada posisi Config WAN setting ke Dynamic IP Address sehingga otomatis akan mendapatkan IP yang dikeluarkan oleh Modem (biasanya teknisi speedy sudah mensett DHCP).

Yang sempat membuat penulis sedikit kebingungan atau pusing, disaat mau memasukkan NS yang cocok dan aktif. Tapi Alhamdulillah, berkat pertolongan OM Goggle, dapat juga :

Primary DNS Address 203.130.196.5
Secondary DNS Address 202.134.0.155

Langkah terakhir tinggal masukan IP LAN dan pasang DHCP untuk Client.....
Akhirnya keinginan untuk ber-Internet ria terwujud juga.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan terutama penulis, dan mohon maaf kalau kesannya hanya bercerita. Maklum tanpa Editor sudah jam 23.40 Malam

Pembuatan Jaringan Fiber Optik (FO) Kota Tarakan

1. Latar Belakang

Sangat luar biasa, perkembangan internet ternyata sangat cepat sekali dan kini sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari kita. Bagi pemerintah itu sendiri, pencapaian E-Gov menjadi keharusan dalam peningkatan mutu pelayanan dan menjawab tantangan perkembangan teknologi.

E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Government to Citizen), G2B (Government to Business Enterprises), dan G2G (inter-agency relationship). E-Government ini dapat diimplementasikan dalam berbagai cara, (Penyediaan sumber informasi, Penyediaan mekanisme akses melalui kios informasi yang tersedia di kantor pemerintahan dan juga di tempat umum, E-procurement dimana pemerintah dapat melakukan tender secara on-line dan transparan)

Untuk mengakomodasi itu semua, diperlukan infranstruktur yang handal dan optimal, sehinggal akan mampu memenuhi semua bentuk perkembangan yang akan diterapkan dalam upaya pencapaian E-Gov, khususnya di Pemkot Tarkaran

2. Maksud dan Tujuan

Dengan pemasangan jaringan FO Pemkot Tarakan, diharapkan mempercepat pencapaian E-Gov di Pemerintah Kota Tarakan dalam upaya menjadikan Kota Tarakan sebagai Kota Cyber “The New Singapore”

3. Kondisi Saat ini

Saat ini pemkot Tarakan masih menggunakan Intranet Wireless yang yang ditransmisi dari tower ke tower yang sudah ada, distribusi internal SKPD menggunakan klabel UTP.

4. Kondisi Yang Diusulkan

Diharapkan pemkot Tarakan nantinya menggunakan Intranet Fiber Optik (FO) yang di tanam mengikuti median jalan yang akan mehubungkan titik-titik simpul sebagai pusat distribusi yang dapat menjangkau jarak yang jauh sekalipun, selanjutnya distribusi internal SKPD menggunakan Hostpot dan klabel UTP.

5. Keunggulan FO

Adapun keunggulan FO (kondisi usulan) dibandingkan Wireless (Kondisi Existing) adalah sebagai berikut :

No

Kemampuan

Wireless

FO (Fiber Optic)

1.

Kecepatan

wireless hanya hanya mampu dalam satuan hitungan megabit

serat optik mampu mengangkut data digital (sinyal cahaya) dalam kecepatan tinggi, sampai satuan hitungan gigabit, milyaran data biner, dalam 1 detik.

2.

Bandwidth

Dalam beberapa produk peralatan ini menggunakan PCMCIA Card dengan kemampuan 11 mbps

Bandingkan dengan kemampuan serat optik mengangkut data sebesar 2,5 Gb (2.500 Mb) perdetik dalam jarak 200 km

3.

Jarak

Harus tampak oleh mata telanjang, antara dua sisi, paling Optimal 10Km dengan Delay ± 5ms dan kehilangan paket sampai 50%

serat optik mampu mengangkut data dalam rentang jarak yang cukup jauh tanpa membutuhkan penguat, kecuali untuk jarak yang sangat jauh (misalnya kabel dipasang di bawah laut)

4.

Ketahanan

Rentang terhadap gangguan elektromagnetik signal dan cuaca

serat optik memiliki daya tahan yang kuat terhadap gangguan gelombang elektromagnetik,mesin, dan kabel lain yang berdekatan

5.

Perawatan

Membutuhkan pemeliharaan yang besar karena alat ada di ketinggian dan menggunakan arus listrik (rawan kena petir dan kerusakan eletrik)

serat optik tidak membutuhkan biaya perawatan yang tinggi karena tidak mengalami aus atau korosi. Serat optik juga lebih ringan dan tipis dibandingkan dengan bahan tembaga

6.

Keamanan

Rawan Hacker karena signal dapat ditangkap oleh siapapun

Tingkat keamanan dari Hacker jauh lebih baik karena menggunakan jalur tertutup dan tidak ada arus listrik

7.

Mendungkung penggunaan CCTV

Dengan kemampuan yang terbatas yang dimiliki tidak support dengan CCTV yang membutuhakan ± 3mbps

Sangat mendukung penggunaan CCTV dengan kemampuan kecepatan dan kemampuan bandwidth yang dimiliki

8.

Dukungan Audio Visual (Contoh untuk penggunaan Live TTV)

Dengan keterbatasan. audio visual dapat diakomodir kualitas sangat rendah, karena delay dan bandwidth kecil

Dapat memdukung Audio Visual yang HD, dengan delay 0,0005 ms/km dan kemampuan bandwidth yang sangat besar (suara jernih dan gambar maksimal)

6. Realisasi

Untuk mewujudkan maksud diatas, diperlukan upaya pencapaian secara bertahap, maka penulis membagi menjadi 3 Tahap :

Tahap pertama :

· Gedung Gadis - Dinas PU - Kesbanglinmas - DKPP - Pol PP - Kantor Kec. Tarakan Tengah - Sekretariat - Bawas

· Gedung Gadis - DPRD - Disdik - Disperindagkop

Tahap kedua :

· Dinas PU - RRI - Badan Diklat - Kec. Tarakan Timur - Dinas perhubungan

· Disperindagkop - Perpustakaan Daerah - Kec. Tarakan Barat – Gedung Kembar

Tahap Ketiga:

· Gedung Kembar - Kec. Tarakan Utara

· Semua SKPD yang tersisa

7. Manfaat dan Pencapaian

Dengan pembuatan Jaringan FO, Pemkot Tarakan akan memiliki infrastruktur yang handal, efektif dan efisien, yang mampu menjawab tantangan perkambangan ICT sehingga nantinya dapat mengakomodasi transfer Data, Suara dan Gambar dengan kemampunan dan kecepatan yang tinggi.

1. Penghematan biaya telepon karena setiap SKPD bisa melakukan telepon antar SKPD tanpa mengeluarkan biaya lagi karena dapat menggunakan IP-Phone/PHBX

2. Dapat melakukan V-Conf antar SKPD dengan kualitas HD (gambar dan suara yang jernih)

3. Mendukung sepenuhnya perangkat CCTv dengan teknologi IP-Kamera

4. Dapat digunakan sebagai penghantar TV Local

5. Cukup dengan 1 (satu) koneksi maka semua aplikasi yang sudah ada dapat terakomodasi (Simduk, SimPKP, SimPus, Sim-Musrembang, dll)

6. Dengan kecepatan dan besarnya kemampuan bandwitch yang dimiliki memungkinkan pengembangan aplikasi Intranet tanpa batas.

7. Dengan jaringan yang tertutup sangat memberikan security dan keamanan data.

Sebagai technologi terkini, yang minimalis dalam pemeliharaan dan awet dalam penggunaan, Jaringan FO sangat efektif mendukung terjangkaunya seluruh SKPD dalam satu jaringan yang terintegrasi sehingga sangat membantu dalam mewujudkan E-Go

WiMAX; Teknologi Nirkabel Unggul Saat ini

WiMAX adalah sebuah sistem komunikasi digital nirkabel, juga dikenal sebagai IEEE 802.16, yang dimaksudkan untuk wireless "metropolitan area network". WiMAX dapat memberikan akses broadband nirkabel (BWA) sampai 30 mil (50 km) untuk stasiun tetap, dan 3-10 mil (5 - 15 km) untuk mobile station. Sebaliknya, WiFi/802.11 jaringan area lokal nirkabel standar terbatas dalam banyak kasus hanya 100-300 kaki (30 - 100m).
Dengan WiMAX, WiFi-seperti kecepatan data yang mudah didukung, tetapi masalah gangguan berkurang. WiMAX beroperasi di kedua lisensi dan non-lisensi frekuensi, menyediakan lingkungan dan layak diatur model ekonomi untuk operator nirkabel.



WiMAX dapat digunakan untuk jaringan nirkabel dalam banyak cara yang sama seperti WiFi yang lebih umum protokol. WiMAX adalah generasi kedua protokol yang memungkinkan penggunaan bandwidth yang lebih efisien, menghindari gangguan, dan dimaksudkan untuk memungkinkan kecepatan data yang lebih tinggi melalui jarak yang lebih jauh.

802,16 IEEE mendefinisikan standar fitur teknis protokol komunikasi. Forum WiMAX menawarkan alat untuk menguji peralatan pabrik untuk kompatibilitas, serta kelompok industri yang didedikasikan untuk mendorong pengembangan dan komersialisasi teknologi.

Dalam WiMAX-enabled sistem pengawasan video, resolusi tinggi, video real-time dari masing-masing kamera keamanan dalam jaringan ditularkan dari beberapa unit pelanggan stasiun pangkalan untuk antena yang kemudian backhauled melalui Point to Point nirkabel radio pusat keamanan daerah yang mengendalikan semua kamera. Akibatnya, penggunaan WiMAX memberikan keuntungan sebagai berikut:

* Mengurangi biaya besar dan keterlambatan trenching untuk serat
* Cepat digunakan dan dikonfigurasi - operasional dalam beberapa jam
* Menyebarkan hampir di mana saja - di medan kasar, badan air dan daerah-daerah terpencil
* Carrier-kelas memastikan keandalan keamanan non-stop
* Kapasitas tinggi, konfigurasi dan aman dijamin broadband nirkabel untuk QoS
* Mengaktifkan real-time transmisi dari dan kontrol kamera pengintai
* Ketika terintegrasi dengan jaringan Wi-Fi, memungkinkan pemantauan jarak jauh dan mobile (melalui PDA, PC, laptop, dll) dan meningkatkan ROI

Biaya-Efektif

Biaya jaringan berbasis serat secara signifikan lebih untuk menyebarkan daripada sistem WiMAX yang setara, sering mengenai 5x-10x lebih. Tembaga menggelar jaringan broadband baru adalah sebagai mahal seperti jaringan serat dan tidak praktis untuk jarak menengah dan panjang deployment. WiMAX tidak hanya lebih efektif biaya, tetapi juga memberikan manfaat tambahan skalabilitas yang didasarkan pada kebutuhan bandwith.

Cepat dikerahkan

Ketersediaan serat tembaga dan tergantung pada lokasi, membuat peningkatan ekonomi infrastruktur kabel yang ada tidak praktis di banyak daerah. WIMAX, di sisi lain, dapat digunakan secara virtual di mana saja, termasuk melalui badan-badan air, kasar medan, dan lokasi terpencil. Jaringan WiMAX dapat memasang pada jam atau hari (bukan minggu atau bulan), menghilangkan waktu tunggu yang panjang dan kanan-of-cara isu-isu yang terkait dengan trenching untuk serat.

Fleksibel dan Scalable

Dalam banyak kasus penggelaran solusi kabel membutuhkan trenching, yang dapat menimbulkan sejumlah masalah. Tidak hanya itu jauh lebih mahal, tapi dalam skenario di mana akan memerlukan trenching langsung menghancurkan bangunan bersejarah atau trenching melalui persimpangan yang ramai, dengan cepat menjadi tidak layak.

WiMAX solusi, sebaliknya, memberikan fleksibilitas tak tertandingi. Jika jaringan keamanan menggunakan infrastruktur untuk konektivitas nirkabel, kamera tidak perlu secara permanen terletak di sebelah sambungan jaringan kabel. Diperlukan, kamera dan unit pelanggan dapat dipindahkan ke lokasi baru dan dapat berhubungan kembali dalam beberapa menit. Kelas carrier-solusi WiMAX yang tersedia bahkan untuk skala yang paling besar video surveillance penyebaran, dan tersedia dalam ruggedized kandang untuk ditempatkan di semua kondisi cuaca. Solusi yang lebih ekonomis juga tersedia untuk lebih kecil, lebih anggaran penyebaran sadar.

Highly Reliable

High-end sistem WiMAX mendukung hingga 99,999% ketersediaan, memungkinkan hampir non-stop monitoring dan pengawasan. Sistem nirkabel dengan ketersediaan 99,999% hanya 5 menit dari down selama satu tahun.

High Capacity
Video adalah aplikasi intensif bandwidth dan memberlakukan persyaratan ketat bandwidth. Jaringan kabel skala seringkali tidak cukup cepat untuk memenuhi permintaan bandwidth yang tumbuh. Tapi dengan kemampuan WiMAX untuk menyediakan bandwidth 54 Mbps, sangatlah cocok untuk membangun cepat keluar dari jaringan berkapasitas tinggi.

Mobile

Melekat diikat un-sifat produk WiMAX penggelaran menyederhanakan sistem mobile. Ini termasuk pengangkutan dalam jumlah besar data kendaraan untuk mobile video pemantauan. Hal ini dicapai dengan mengerahkan pelanggan ponsel dalam penegakan hukum unit kendaraan, yang menerima video dari stasiun pangkalan tetap unit. Akibatnya, kendaraan polisi dapat melihat secara real-time video streaming pengawasan dari TKP sebagai drive ke lokasi, memungkinkan mereka untuk lebih siap pada saat kedatangan.

Ingat WiMAX's Bigger Picture

Semudah itu adalah untuk mendapatkan terperangkap dalam semua "WiMAX vs LTE" hype, penting bahwa kita ingat untuk mempertimbangkan gambaran yang lebih besar ketika datang ke WiMAX sebagai teknologi. WiMAX bukan semata-mata mil terakhir teknologi akses, dan masa depan tidak terpaku semata-mata untuk kesuksesan sebagai teknologi akses 4G. Banyak aplikasi bandwith tinggi - dan terutama yang berkembang pesat, multi-miliar dolar setahun pengawasan video pasar - adalah sepenuhnya tergantung pada performa tinggi dan konektivitas nirkabel backhaul solusi, dan point-to-multipoint teknologi seperti WiMAX sesuai dengan tagihan dengan sempurna untuk menyampaikan aplikasi tersebut.

Aku akan bicara tentang aplikasi lain untuk WiMAX / point-to-multipoint teknologi dalam beberapa pekan mendatang, juga, untuk menyoroti berbagai peluang pasar untuk teknologi. Sementara itu, saat Anda mengikuti liputan media WiMAX dan prospek masa depan, ingatlah bahwa itu lebar besar dunia nirkabel di luar sana, dan terakhir mil BWA bukan satu-satunya permainan di kota untuk WiMAX.

SMKN 7 Samarinda Siap Produksi 2000 Laptop

Sebuah sekolah di Kaltim, yakni SMKN 7 Samarinda menyatakan siap memproduksi laptop secara massal untuk memenuhi kebutuhan barang elektronik murah namun berkualitas kepada guru, pelajar serta masyarakat umum di "Kota Tepian" pada 2010.

"Sekolah kami mendapat rekomendasi dan kewenangan untuk merakit laptop secara massal," kata Kepala SMKN 7 Samarinda, Edih Rahmanuddin di Samarinda, Rabu.

Melihat potensi dan kemampuan SMKN 7 tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota menyatakan dukungannya setelah melihat karya para pelajar di sekolah kejuruan negeri itu.

Realisasi dukungan pihak Disdik itu tercermin dari pengajuan anggaran sebesar Rp600 juta dalam RAPBD 2010 Kota Samarinda yang dialokasikan untuk pengadaan 2.000 unit laptop dari SMKN 7.

Pembelian ribuan alat eletronik terkait dengan program Disdik Samarinda untuk memberikan bantuan laptop secara gratis kepada guru-guru di kota berpenduduk sekitar 700.000 jiwa itu.

Pemberian bantuan laptop secara gratis untuk tahap awal ditujukan kepada 2.000 guru di Samarinda.

Pembagian laptop yang akan luga dilengkapi dengan peralatan akses internet itu merupakan tindak lanjut dari sebuah wacana yang dilemparkan Mendiknas, Bambang Sudibyo dalam kunjungan kerja ke Kaltim belum lama ini.

Pihak SMKN 7 kini sudah menyiapkan ruang yang akan digunakan untuk merakit laptop secara massal. Mengenai siswa dan guru pembimbing sudah siap melaksanakan program tersebut.

"Semua siswa sudah siap, bahkan anak-anak ada yang mengaku tidak sabar lagi ingin segera merakit laptop. Selama ini, kami sudah bisa merangkit laptop namun belum secara massal," ujar dia.

SMKN 7 memiliki tiga jurusan kompetensi, yakni jurusan multimedia, jurusan rekayasa piranti lunak, serta jurusan teknik komputer dan jaringan.

"Total siswa SMKN kini mencapai 803 pelajar. Dari jumlah tersebut, 45 persen di antaranya mampu merakit laptop sehingga kami tidak khawatir untuk perakitan laptop secara massal," imbuh dia.

Seorang siswa mampu menyelesaikan rakitan kurang dari dua jam sehingga pihaknya tidak akan kesulitan merakit ribuan laptop dalam waktu tidak terlalu lama.

Edih juga mengaku bahwa ada perusahaan vendor komputer di Jakarta yang tertarik untuk melakukan kerjasama.

"Antara pihak sekolah dan perusahaan tersebut sudah melakukan kontak. Kami menyatakan siap dan kini masih menunggu tindak lanjut untuk melakukan kerjasama," katanya.

"Dalam kerjasama itu, pihak perusahaan berjanji bahwa SMKN 7 bukan saja diberi kepercayaan memproduksi (merakit) laptop namun juga mendukung pemasaran, khususnya bagi sekolah-sekolah di Samarinda," kata Edih

TVOne

Kanspersky Anti Virus, Kebobolan

Reputasi Kaspersky Lab tercoreng. Sebagai satu dari sekian vendor keamanan jaringan internet yang lumayan kesohor, termasuk di Indonesia, ternyata tak kuasa menjaga keamanan situsnya sendiri dari serangan cyber.


"Jujur, ini hal yang memalukan bagi perusahaan. Apalagi untuk sebuah perusahaan keamanan," keluh Roel Schouwenberg, peneliti antivirus Kaspersky, yang dikutip detikINET dari USAtoday, Rabu (11/2/2009).

Lebih lanjut ia menambahkan, "ini seharusnya tidak terjadi. Sekarang kami berusaha menyelidiki kasus ini dan mencegah kejadian tersebut agar tak terulang kembali."

Peretas cyber yang dikenal dengan nickname Unu ini memajang screenshot daftar tabel
di sebuah blog setelah berhasil membobol situs keamanan Kaspersky Amerika Serikat dengan sebuah serangan SQL sederhana.

"Kaspersky adalah sebuah perusahaan keamanan dan antivirus ternama. Kejadian ini seakan menunjukkan bahwa mereka tak kuasa mengamankan database mereka sendiri," tulis cracker tersebut dengan pongahnya di hackerblog.org.

Saat menyadari bahwa situs mereka kebobolan, Kaspersky segera mematikan bagian yang riskan dari database tersebut.

Kendati demikian peneliti di Kaspersky berusaha menyakinkan bahwa setelah
dilakukan penyelidikan, tidak ada data yang diusik, seperti alamat e-mail atau kode aktivasi.

"Dia (sang peretas) berusaha mengakses sejumlah konten di tabel dan berusaha
mendapatkan data penting, tapi tidak berhasil," tandas Schouwenberg

Wajah Baru Facebook, Penemunya Milyuner Termuda Sepanjang Sejarah

SIAPA yang tak kenal facebook? Jejaring pertemanan di dunia maya ini sukses menyihir penghuni planet bumi. Jumlah penggunanya terus bertambah, sekitar 150 juta orang! Karenanya, tidak mengherankan bila penemunya, Mark Zuckerberg, berkali-kali menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia. Dan, dia pun dinobatkan sebagai milyuner termuda sepanjang sejarah.

Penghargaan terakhir diterima Mark dari World Economic Forum (WEF), Rabu (4/3). Ia termasuk 230 orang yang dianggap berpengaruh bagi dunia sebagai Young Global Leaders 2009. Ia merupakan salah satu penerima penghargaan yang diberikan kepada pemimpin muda dunia dari 71 negara itu.

Mark Zuckerberg dengan visi dan misi Facebooknya dinilai memiliki pengaruh yang baik bagi perkembangan komunikasi dan interaksi dunia oleh Young Global Leader (YGL), program yang mengusung orang-orang berusia 40 tahun ke bawah yang memiliki kemampuan memimpin yang baik, memiliki visi dan kinerja yang berdampak bagi dunia ini.

Oleh WEF, Mark juga dinilai memiliki kesan yang baik di mata publik dan orang-orang sekitarnya, serta memiliki kemauan untuk terus mengembangkan usaha Facebooknya ini demi perkembangan komunikasi dan interaksi bagi kepentingan orang banyak di seluruh dunia.
Penghargaan tersebut memang seiring dengan misi yang diemban oleh Mark melalui jejaring sosial miliknya yang dikembangkan sejak 5 tahun lalu. Yakni, mengembangkan efisiensi komunikasi masyarakat dunia dan memberikan kebebasan berkreasi lebih kepada masyarakat dunia dalam berkomunikasi.

Salah satu kunci suksesnya ialah inovasi. Dalam tiga tahun terakhir, Mark telah menciptakan berbagai aplikasi baru di facebook untuk memberikan kemudahan kepada setiap pengguna facebook di seluruh dunia dalam berkomunikasi. Bahkan, kini facebook telah menghadirkan aplikasi baru dengan wajah baru yang lebih interaktif bagi para penggunanya. Program yang diluncurkan pekan depan itu memiliki komponen utama News Stream yang terdapat pada aplikasi News Feed.

"Dengan aplikasi ini, pengguna facebook tidak perlu repot-repot menyaring dengan siapa akan berinteraksi atau membagi konten mereka. Itu karena facebook dapat menyaringnya sendiri," tutur Mark seperti dikutip dari Thefacebook Blog, Rabu (4/3).

Mark Zuckerberg memulai Facebook pada Februari 2004 dari ruang kamarnya di Harvard. Setelah berhenti sekolah dan pindah ke Silicon Valley, penemu Facebook ini mulai memantapkan langkahnya di bisnis situs jejaring sosial. Saat ini Zurkerberg merupakan milyuner terkaya di dunia sepanjang sejarah yang menghasilkan kekayaan sepenuhnya dari usaha sendiri

Polres Tarakan Akan Launching Call Center 7006

Polres Tarakan Akan Launching Call Center 7006 - Ardiz TarakanSesuai intruksi Mabes Polri, Polres Tarakan pun akan melakukan “pembersihan” penjahat jalanan (street crime). Namun, untuk Tarakan sendiri kejahatan di jalanan belumlah terlalu signifikan. “Penjahat jalanan menjadi salah satu target kita. Hanya saja memang penjahat atau preman jalanan belum terlalu signifikan. Yang jelas, kalau ada preman yang berbuat sesuatu yang mengarah pada gangguan kamtibmas, tentu kami proses. Tanpa melihat dia dari mana dan siapa dia,” tegas Kapolres Tarakan, AKBP Arief Prapto Santoso SH SIK MM, kepada Radar Tarakan, kemarin.


Ditanya jumlah kasus yang muncul dari preman jalanan, rinci dia, sepanjang Januari 2009 ini belum ada kejahatan yang dilakukan oleh preman jalanan. Yang menonjol dalam medio Januari malah pencurian. Sementara pada 2008 ada beberapa kasus yang terjadi dan dikategorikan sebagai penjahat jalanan. Seperti, penjambretan dan beberapa kasus pencurian yang disertai dengan kekerasan lainnya.

Sebagai antisipasi untuk menekan angka kejahatan tersebut, saat ini sejumlah anggota polisi disebarkan di beberapa titik yang dianggap rawan atau berpotensi terjadinya kejahatan. Selain itu, sebagai sarana untuk membangun komunikasi dengan masyarakat, sebut kapolres dalam waktu dekat, pihaknya akan meluncurkan call center layanan masyarakat dengan menggunakan Flexi dengan nomor layanan 7006.

“Dengan nomor layanan ini, sekecil apapun informasi dari masyarakat akan diakses melalui call center, kemudian didistribusikan kepada semua anggota polisi melalui SMS police service,” rincinya. Kedepannya tambah dia tidak hanya anggota polisi yang bisa menerima informasi dari call center SMS police service, tetapi semua pelanggan Flexi akan menerima informasi yang diperlukan. Selain itu, untuk menjaga keamanan di kota ini diharapkan masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya dan menjadi polisi bagi lingkungan dimana dia berada.

Maksudnya, masyarakat bisa menjaga keamanan diri, rumah dan lebih luas lagi bisa menjaga lingkungan sekitarnya. (noi)
PERANAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI BAGI DUNIA PENDIDIKAN

PERANAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI BAGI DUNIA PENDIDIKAN

Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi/Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu :
(1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.


Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dana lainnya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu:
(1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
(2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
(3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan lain sebagainya. Satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada gilirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. TKI telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama. Majalah Asiaweek terbitan 20-27 Agustus 1999 telah menurunkan tulisan-tulisan dalam tema "Asia in the New Millenium" yang memberikan gambaran berbagai kecenderungan perkembangan yang akan terjadi di Asia dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, agama, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, dan lainnya, termasuk di dalamnya pengaruh revolusi internet dalam berbagai dimensi kehidupan.

Salah satu tulisan yang berkenaan dengan dunia pendidikan disampaikan oleh Robin Paul Ajjelo dengan judul "Rebooting: The Mind Starts at School". Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa ruang kelas di era millenium yang akan datang akan jauh berbeda dengan ruang kelas seperti sekarang ini yaitu ; dalam bentuk seperti laboratorium komputer di mana tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru berada di depan kelas. Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai "cyber classroom" atau "ruang kelas maya" sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut "interactive learning" atau pembelajaran interaktif melalui komputer dan internet.

Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Kurikulum dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi anak sehingga memberikan peluang untuk terjadinya proses pembelajaran maju berkelanjutan baik dalam dimensi waktu maupun ruang dan materi.

Dalam situasi seperti ini, guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran sesuai dengan peran-peran sebagaimana dikemukakan di atas. Dalam tulisan itu, secara ilustratif disebutkan bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa:
(1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara,
(2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb.
(3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV,
(4) alat-alat musik,
(5) alat olah raga, dan
(6) bingkisan untuk makan siang.

Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar. Meskipun teknologi komunikasi dan informasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial.

Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan lainnya. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik. Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan.

Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain: pertama; kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua; kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga; kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat; kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya, kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya.

Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini, sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal. Dengan memperhatikan ciri-ciri kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK, siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain. Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.

Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang. Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak.

Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan, sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Sebagai konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal. Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. Sebagai partisipan, guru tidak hanya mengajar akan tetapi juga belajar dari interaksinya dengan siswa.

Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa. Sebagai pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan lain di luar mengajar. Sebagai pembelajar, guru harus secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Sebagai pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Guru yang mandiri yaitu guru yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh komitmen dan rasa percaya diri yang tinggi sebagai basis kualitas profesionalisme seorang guru. *) Mhs.Tugas Belajar Utusan Pemerintah Kota Tarakan, Program Pascasarjana (S-2) Manajemen Pendidikan, Universitas Mulawarman Samarinda.

Qoute Islam

Doa Islam