Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTEK. Tampilkan semua postingan

Rapat Koordinasi Teknis Dinas Perhubungan dan Kominfo se Kalimantan Utara

Hotel Laura Nunukan, dengan mengusung tema "Dengan Perencanaan Terpadu di Sektor Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Akan Membuka Keterisolasian Wilayah Serta Menjadikan Provinsi Kalimantan Utara Sebagai Beranda Terdepan di Nusantara" Dishubkominfo Provinsi Kaltara melaksanakan Rakornis pada tanggal 22 - 24 Februari 2016.

Menghadirkan pembicara atau nara sumber dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia dan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Pada Rakornis 2016 kali ini, selanjutnya pembahasan usulan di lakukan melalui rapat komisi yang terdiri dari Komisi Bidang Perhubungan Darat dan Udara, Komisi Bidang Perhubungan Laut dan ASDP dan Komisi Bidang Kominfo dan Postel.

Untuk usulan bidang kominfo dan postel, lebih banyak dibahas tentang pembangunan desa broadband terpadu, perluasan jangkauan RRI dan TVRI, serta usulan site plan, PPID yang belum ada di beberapa kabupaten.

Perjalanan Kota Tarakan dalam Implementasi e-Gov “Mati Suri”

Semangat pencapaian Kota Tarakan untuk menjadi good government dengan penerapan e-Gov yang sebelumnya dapat dibanggakan dalam rentang tahun 2002 sampai tahun 2011, ternyata terhenti begitu saja. Sampai dengan tahun 2011 Kota Tarakan telah melakukan Transformasi traditional government menjadi electronic government (eGovernment). Beberapa lini pemerintahan telah melakukan Transformasi seperti bkd.tarakankota.go.id yang berisi informasi tentang kepegawaian Kota Tarakan, informasi tentang Legislatif Kota Tarakan disajikan dalam bentuk situs dprd.tarakankota.go.id sehingga dapat dijadikan sarana interaktif dan transparansi informasi dengan masyarakat luas khususnya warga Kota Tarakan.

Demikian pula Informasi Perencanaan Pembangunan Kota Tarakan yang dalam hal ini bappeda.tarakankota.go.id dapat diakses dari seluruh dunia, sehingga dimanapun berada diharapkan informasi tentang Kota Tarakan secara global akan tetap bisa didapatkan.

Melengkapi penyajian Informasi tersebut, Pemerintah Kota Tarakan juga memberikan fasilitas yang tidak kalah pentingnya, yaitu Internet Parking yang lebih dikenal di Kota Tarakan sebagai Netp@rk.

Namun apa yang terjadi setelah itu ??

Amanat Inpres No 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government bahwa setiap Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing guna terlaksananya pengembangan e-Government secara nasional mulai dilupakan begitu saja.

Infrastruktur intranet antar SKPD yang notabene sebagai fasilitator utara G2G, G2C dan bahkan G2B yang sebelumnya menjangkau hampir semua SKPD ± 52 termasuk sekolah dan Universitas, seiring berjalannya waktu berkurang dan hilang secara bertahap.

semangat yang sebelumnya telah terbangun dengan hebatnya bahkan pencapaian sebagai juara E-Government Award 2003 yang diberikan kepada KOTA TARAKAN sebagai "BEST OF THE BEST" Lembaga Pemerintah Pengaplikasi E-Government, entah kenapa redup dan mati suri.

Berbagai upaya untuk kembali membangunkan semangat e-Gov hanya bisa membuat menggeliat dan kembali tidur, usulan tentang penggunakan teknologi Fiber-Optic selalu saja mendapat penolakan dan dianggap sebagai pemborosan dan tidak perlu.

Apa yang salah dengan negeri ini ???

Pasang Ruter di Belakang Modem ADLS Speedy

Setelah sore tadi, teknisi dari Speedy pasang koneksi dengan menggunakan Modem ADSL gratisan dari Telkom. Akhirnya di rumah kembali bisa merambah dunia maya. Dari sekedar update Status di Facebook, baca Detik.com sampai download sesuai yang diinginkan.

Namun satu hal yang menjadi masalah baru, bahwa Modem yang ikutkan dalam paket Speedy telkom hanya menyisahkan 1 (satu) colokan Ethernet, sehingga otomatis hanya untuk melayani 1 buat komputer atau istilah lainnya client.
Sementara itu, di rumah memiliki beberapa komputer (PC) dan satu buah Laptop, belum lagi Gadget yang bisa dimanfaatkan sebagai media internet yang sudah dilengkapi Wiraless.

Untuk memenuhi hasrat semua itu, maka Kahar (adik) bongkar-bongkar di gudang dan ternyata menemukan Router Wiraless. Nah dari sinilah awal masalah baru....
Bagaimana cara menghubungkan Router Wiraless sehingga bisa menjadi pembagi??

Mulailah utak-atik dengan berbekal ilmu pas-pasan, Tarik kabel RG45 dari posisi LAN di Modem milik Speedy dan dimasukkan ke posisi WAN di Router Wiraless. Selanjutnya masuk ke settingan Router dengan password default (kebetulan routernya habis di reset ulang). Pada posisi Config WAN setting ke Dynamic IP Address sehingga otomatis akan mendapatkan IP yang dikeluarkan oleh Modem (biasanya teknisi speedy sudah mensett DHCP).

Yang sempat membuat penulis sedikit kebingungan atau pusing, disaat mau memasukkan NS yang cocok dan aktif. Tapi Alhamdulillah, berkat pertolongan OM Goggle, dapat juga :

Primary DNS Address 203.130.196.5
Secondary DNS Address 202.134.0.155

Langkah terakhir tinggal masukan IP LAN dan pasang DHCP untuk Client.....
Akhirnya keinginan untuk ber-Internet ria terwujud juga.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan terutama penulis, dan mohon maaf kalau kesannya hanya bercerita. Maklum tanpa Editor sudah jam 23.40 Malam

Pembuatan Jaringan Fiber Optik (FO) Kota Tarakan

1. Latar Belakang

Sangat luar biasa, perkembangan internet ternyata sangat cepat sekali dan kini sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari kita. Bagi pemerintah itu sendiri, pencapaian E-Gov menjadi keharusan dalam peningkatan mutu pelayanan dan menjawab tantangan perkembangan teknologi.

E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Government to Citizen), G2B (Government to Business Enterprises), dan G2G (inter-agency relationship). E-Government ini dapat diimplementasikan dalam berbagai cara, (Penyediaan sumber informasi, Penyediaan mekanisme akses melalui kios informasi yang tersedia di kantor pemerintahan dan juga di tempat umum, E-procurement dimana pemerintah dapat melakukan tender secara on-line dan transparan)

Untuk mengakomodasi itu semua, diperlukan infranstruktur yang handal dan optimal, sehinggal akan mampu memenuhi semua bentuk perkembangan yang akan diterapkan dalam upaya pencapaian E-Gov, khususnya di Pemkot Tarkaran

2. Maksud dan Tujuan

Dengan pemasangan jaringan FO Pemkot Tarakan, diharapkan mempercepat pencapaian E-Gov di Pemerintah Kota Tarakan dalam upaya menjadikan Kota Tarakan sebagai Kota Cyber “The New Singapore”

3. Kondisi Saat ini

Saat ini pemkot Tarakan masih menggunakan Intranet Wireless yang yang ditransmisi dari tower ke tower yang sudah ada, distribusi internal SKPD menggunakan klabel UTP.

4. Kondisi Yang Diusulkan

Diharapkan pemkot Tarakan nantinya menggunakan Intranet Fiber Optik (FO) yang di tanam mengikuti median jalan yang akan mehubungkan titik-titik simpul sebagai pusat distribusi yang dapat menjangkau jarak yang jauh sekalipun, selanjutnya distribusi internal SKPD menggunakan Hostpot dan klabel UTP.

5. Keunggulan FO

Adapun keunggulan FO (kondisi usulan) dibandingkan Wireless (Kondisi Existing) adalah sebagai berikut :

No

Kemampuan

Wireless

FO (Fiber Optic)

1.

Kecepatan

wireless hanya hanya mampu dalam satuan hitungan megabit

serat optik mampu mengangkut data digital (sinyal cahaya) dalam kecepatan tinggi, sampai satuan hitungan gigabit, milyaran data biner, dalam 1 detik.

2.

Bandwidth

Dalam beberapa produk peralatan ini menggunakan PCMCIA Card dengan kemampuan 11 mbps

Bandingkan dengan kemampuan serat optik mengangkut data sebesar 2,5 Gb (2.500 Mb) perdetik dalam jarak 200 km

3.

Jarak

Harus tampak oleh mata telanjang, antara dua sisi, paling Optimal 10Km dengan Delay ± 5ms dan kehilangan paket sampai 50%

serat optik mampu mengangkut data dalam rentang jarak yang cukup jauh tanpa membutuhkan penguat, kecuali untuk jarak yang sangat jauh (misalnya kabel dipasang di bawah laut)

4.

Ketahanan

Rentang terhadap gangguan elektromagnetik signal dan cuaca

serat optik memiliki daya tahan yang kuat terhadap gangguan gelombang elektromagnetik,mesin, dan kabel lain yang berdekatan

5.

Perawatan

Membutuhkan pemeliharaan yang besar karena alat ada di ketinggian dan menggunakan arus listrik (rawan kena petir dan kerusakan eletrik)

serat optik tidak membutuhkan biaya perawatan yang tinggi karena tidak mengalami aus atau korosi. Serat optik juga lebih ringan dan tipis dibandingkan dengan bahan tembaga

6.

Keamanan

Rawan Hacker karena signal dapat ditangkap oleh siapapun

Tingkat keamanan dari Hacker jauh lebih baik karena menggunakan jalur tertutup dan tidak ada arus listrik

7.

Mendungkung penggunaan CCTV

Dengan kemampuan yang terbatas yang dimiliki tidak support dengan CCTV yang membutuhakan ± 3mbps

Sangat mendukung penggunaan CCTV dengan kemampuan kecepatan dan kemampuan bandwidth yang dimiliki

8.

Dukungan Audio Visual (Contoh untuk penggunaan Live TTV)

Dengan keterbatasan. audio visual dapat diakomodir kualitas sangat rendah, karena delay dan bandwidth kecil

Dapat memdukung Audio Visual yang HD, dengan delay 0,0005 ms/km dan kemampuan bandwidth yang sangat besar (suara jernih dan gambar maksimal)

6. Realisasi

Untuk mewujudkan maksud diatas, diperlukan upaya pencapaian secara bertahap, maka penulis membagi menjadi 3 Tahap :

Tahap pertama :

· Gedung Gadis - Dinas PU - Kesbanglinmas - DKPP - Pol PP - Kantor Kec. Tarakan Tengah - Sekretariat - Bawas

· Gedung Gadis - DPRD - Disdik - Disperindagkop

Tahap kedua :

· Dinas PU - RRI - Badan Diklat - Kec. Tarakan Timur - Dinas perhubungan

· Disperindagkop - Perpustakaan Daerah - Kec. Tarakan Barat – Gedung Kembar

Tahap Ketiga:

· Gedung Kembar - Kec. Tarakan Utara

· Semua SKPD yang tersisa

7. Manfaat dan Pencapaian

Dengan pembuatan Jaringan FO, Pemkot Tarakan akan memiliki infrastruktur yang handal, efektif dan efisien, yang mampu menjawab tantangan perkambangan ICT sehingga nantinya dapat mengakomodasi transfer Data, Suara dan Gambar dengan kemampunan dan kecepatan yang tinggi.

1. Penghematan biaya telepon karena setiap SKPD bisa melakukan telepon antar SKPD tanpa mengeluarkan biaya lagi karena dapat menggunakan IP-Phone/PHBX

2. Dapat melakukan V-Conf antar SKPD dengan kualitas HD (gambar dan suara yang jernih)

3. Mendukung sepenuhnya perangkat CCTv dengan teknologi IP-Kamera

4. Dapat digunakan sebagai penghantar TV Local

5. Cukup dengan 1 (satu) koneksi maka semua aplikasi yang sudah ada dapat terakomodasi (Simduk, SimPKP, SimPus, Sim-Musrembang, dll)

6. Dengan kecepatan dan besarnya kemampuan bandwitch yang dimiliki memungkinkan pengembangan aplikasi Intranet tanpa batas.

7. Dengan jaringan yang tertutup sangat memberikan security dan keamanan data.

Sebagai technologi terkini, yang minimalis dalam pemeliharaan dan awet dalam penggunaan, Jaringan FO sangat efektif mendukung terjangkaunya seluruh SKPD dalam satu jaringan yang terintegrasi sehingga sangat membantu dalam mewujudkan E-Go

Qoute Islam

Doa Islam